Kamis 14 Sep 2023 00:25 WIB

UEA Ungkap Prediksi Waktu Ramadhan dan Idul Fitri 2024

Perjalanan menuju Ramadhan secara resmi dimulai dengan kelahiran bulan sabit baru.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
 Umat Muslim berbuka puasa setelah matahari terbenam pada bulan suci Ramadhan, di luar Masjid Al Farooq di Teluk Emirat Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (4/4/2023.)
Foto: EPA-EFE/ALI HAIDER
Umat Muslim berbuka puasa setelah matahari terbenam pada bulan suci Ramadhan, di luar Masjid Al Farooq di Teluk Emirat Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (4/4/2023.)

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Uni Emirat Arab (UEA) telah menghitung mundur enam bulan menuju bulan Ramadhan 2024, bulan paling suci dalam kalender Islam. Pengumuman lebih terperinci akan disampaikan oleh Ketua Masyarakat Astronomi Emirat, Ibrahim Al Jarwan, pada pekan depan.

Menurut Al Jarwan, perjalanan menuju Ramadhan secara resmi dimulai dengan kelahiran bulan sabit baru untuk menandai masukknya bulan Rabiul Awal. Pada tahun ini, bulan Rabiul Awal akan jatuh pada Jumat, 15 September pukul 05.40 waktu UEA.

Baca Juga

Pada hari tersebut, saat matahari terbenam, bulan sabit akan berusia 12.43 jam, diposisikan pada ketinggian 4 derajat di atas cakrawala barat. Ditetapkan sekitar 21 menit setelah matahari terbenam, peristiwa astronomi ini menandai awal bulan RabiuAl Awwal pada hari Sabtu, 16 September, menurut perhitungan astronomi yang tepat.

Dilansir dari Gulf News, Rabu (13/9/2023), prediksi astronomi, bulan suci Ramadhan akan dimulai pada Kamis, 12 Maret 2024. Pada bulan ini, umat Muslim akan melakukan puasa sejak fajar hingga terbenam matahari. Puncaknya Idul Fitri atau 1 syawal akan terjadi pada Sabtu, 12 April 2024.

Ini adalah masa spiritualitas yang mendalam, di mana umat Muslim akan meningkatkan hubungan mereka dengan Tuhan dan komunitasnya. Ramadhan memiliki tempat khusus di hati jutaan orang secara global.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement