Selasa 29 Aug 2023 14:25 WIB

Tips Hadapi Rasa Cemas akan Masa Depan Ala Nabi Muhammad

Ketika sesuatu tidak terjadi sesuai keinginan, jangan biarkan hal itu membuat kecewa.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Tips Hadapi Rasa Cemas akan Masa Depan Ala Nabi Muhammad
Foto: Pixabay
Tips Hadapi Rasa Cemas akan Masa Depan Ala Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa depan merupakan hal yang tidak bisa diprediksi. Di setiap detik dan menitnya segala kemungkinan bisa terjadi, yang mana tidak ada yang tahu bagaimana nasib akan berubah.

Dengan segala kondisi yang ada, wajar jika seseorang merasa takut dan cemas. Hal ini dialami oleh setiap orang, termasuk sepupu Rasulullah SAW, Abdullah ibn Abbas.

Baca Juga

Dalam hadits sahih, Abdullah ibn Abbas meriwayatkan, “Suatu hari aku sedang berkendara di belakang Nabi ketika dia berkata, 'Anak muda, aku akan mengajarimu beberapa kata.

Jagalah Allah dan Dia akan menjagamu. Waspadalah terhadap Dia, dan Anda akan menemukan Dia di sisimu. Jika kamu bertanya, mintalah kepada Allah. Jika Anda membutuhkan bantuan, carilah Allah. Ketahuilah, kalaupun seluruh dunia berkumpul untuk membantumu, mereka tidak akan dapat membantumu kecuali jika Allah telah memerintahkan demikian.

 

Dan sekiranya seluruh dunia berkumpul untuk menyakitimu, niscaya mereka tidak akan menyakitimu kecuali jika Allah telah memerintahkannya. Telah diangkat penanya, dan halaman-halamannya telah kering'.” (At-Tirmidzi)

Dalam hadits yang indah ini, bisa terlihat bagaimana Nabi SAW memberikan nasehat kepada sepupu mudanya itu. Nasihat ini dapat membimbing seseorang sepanjang hidupnya, sekaligus sebagai cetak biru kehidupan dalam segala suka dan dukanya.

Dalam artikel yang diunggah di About Islam, Selasa (29/8/2023), Ulama besar Ibnu Al-Jawzi mempunyai komentar yang indah mengenai hadits ini. “Saya merenungkan hadits ini dan hal ini membuat saya takjub sampai-sampai saya hampir pusing memikirkannya," ucap dia.

Jika seorang Muslim menyadari kedalaman sabda Rasulullah SAW dalam hadits ini, maka ia akan diliputi perasaan yang sama. Pelajaran yang dapat dipetik dari pernyataan Nabi adalah waktu itu sangat berharga.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyia-nyiakan waktu dalam hidupnya. Dia memanfaatkan beberapa momen bersama sang pemuda untuk membimbingnya ke arah yang benar.

Dalam hadits ini, ada tiga tema utama yang jika digabungkan akan memberikan peta jalan menuju jalan hidup yang benar yang harus dipatuhi oleh seorang mukmin.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement