Sabtu 15 Jul 2023 13:41 WIB

3 Fakta Terkait Sholat Sunnah Rawatib yang Berpahala Rumah di Surga   

Sholat sunnah rawatib sangat dianjurkan untuk Muslim

Rep: A Syalaby Ichsan / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi sholat sunnah rawatib. Sholat sunnah rawatib sangat dianjurkan untuk Muslim
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi sholat sunnah rawatib. Sholat sunnah rawatib sangat dianjurkan untuk Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Hanya, Allah SWT yang memiliki sifat rahman dan rahim menjanjikan rumah istimewa di Surga. Bagi Muslim yang menginginkan, terlepas dia dhuafa atau orang kaya,  rumah itu bisa dipesan dari sekarang. Rumah itu hanya bisa dipesan lewat amalan istimewa.

Hadits yang diriwayatkan dari Ummu Habibah, istri Nabi SAW mengungkapkan Rasulullah SAW bersabda: 

Baca Juga

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشَرَةَ رَكْعَةً فِي يَومٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ "Tidaklah seorang hamba Muslim mengerjakan sholat tathawwu' selain sholat fardhu, sebanyak dua belas rakaat dalam sehari semalam karena (mengharap ridha) Allah, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga, (atau melainkan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di Surga)."(HR Muslim).

Berikut ini tiga fakta terkait dengan amalan sunnah rawatib yang diganjar Allah SWT berupa rumah disurga: 

 

Pertama, jumlah rakaat  

Dalam riwayat at-Tirmidzi dan an-Nasa'i, dua belas rakaat yang dimaksud ditafsirkan sebagai empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya dan dua rakaat sebelum Subuh." 

Meski demikian, ada juga ulama yang mengatakan, sholat sunah rawatib dua rakaat sebelum Zuhur. Ini didasarkan dari sebuah dalil yang diriwayatkan Abdullah bin Umar.

Dari Abdullah bin Umar dia berkata: "Aku senantiasa mengerjakan sholat sepuluh rakaat dari Rasulullah SAW, dua rakaat sebelum dan sesudah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib di rumahnya, dua rakaat setelah Isya di rumahnya, dan dua rakaat sebelum sholat Subuh. Itulah saat ketika tidak ada yang masuk menemui Nabi. Hafshah memberitahuku bahwasanya jika seorang muazin telah mengumandangkan azan dan fajar telah terbit. Beliau pun mengerjakan sholat dua rakaat."

Kedua, waktu dari sebelum Subuh

Dikutip dari Shalat-Sholat Sunah Rasulullah karangan Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, sholat sunah sebelum Subuh termasuk sholat sunah rawatib yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Sampai-sampai, Rasulullah SAW menjelaskan, dua rakaat sebelum Subuh itu lebih baik dari dunia dan seisinya. 

Baca jgua: Jalan Hidayah Mualaf Yusuf tak Terduga, Menjatuhkan Buku Biografi Rasulullah SAW di Toko

Nabi SAW selalu mengerjakannya serta tidak pernah meninggalkannya baik saat berada di rumah atau dalam perjalanan. Hadis sahih dari Abu Maryam menceritakan, Rasulullah pernah dalam satu perjalanan malam. 

Di ambang Subuh, Rasulullah singgah kemudian tidur. Orang-orang pun ikut tidur. Mereka kemudian terbangun ketika matahari telah terbit menyinari. Rasulullah pun menyuruh muazin mengumandangkan azan. Kemudian, Nabi mengerjakan sholat dua rakaat sebelum sholat Subuh. 

Rasulullah SAW pun mencontohkan untuk berbaring di atas lambung kanan setelah menunaikan sholat sunah itu. Meski demikian, apa yang dicontohkan itu bukan termasuk wajib, melainkan sunah. Ini berdasarkan keterangan dari Aisyah yang diriwayatkan Imam Bukhari, Nabi terbiasa berbincang-bincang dengan Aisyah, jika tidak maka beliau berbaring,  setelah sholat sunah tersebut hingga dikumandangkan ikamah sebagai tanda shalat. 

Ketiga, dikerjakan di Rumah

Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk mengerjakan sholat sunah rawatib Maghrib di rumah. Kecuali, bagi yang berhalangan. Penekanan ini pernah disampaikan Rasulullah SAW saat mendatangi Bani Abdul Asyhal.

Baca juga: Ketika Kabah Berlumuran Darah Manusia, Mayat di Sumur Zamzam, dan Haji Terhenti 10 Tahun  

Nabi Muhammad SAW mengerjakan sholat Maghrib bersama mereka. Setelah mengucap salam, orang-orang lalu berdiri untuk mengerjakan sholat sunnah. Dia pun berkata, "Kerjakanlah kedua rakaat ini di rumah kalian masing-masing." Diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai.

Aisyah RA juga menjelaskan sholat sunah rawatib di rumah saat ditanya oleh Abdullah bin Syaqiq. Menurut Aisyah, Rasulullah SAW biasa sholat sunah empat rakaat di rumah sebelum sholat Zuhur.

Kemudian, Rasulullah SAW berangkat dan mengerjakan sholat Zuhur berjamaah di masjid. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW masuk rumah lagi dan mengerjakan sholat dua rakaat. Dia juga biasa mengerjakan sholat Maghrib bersama orang-orang lalu masuk rumah lagi dan mengerjakan sholat sunah dua rakaat.    

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement