Jumat 11 Nov 2022 00:55 WIB

Gambaran Penyalinan Alquran Era Utsman, Ada Ayat yang Hampir Tertinggal

Penyalinan Alquran di era Utsman bin Affan dibuat dengan melewati beberapa hal.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Alquran Kuno. Gambaran Penyalinan Alquran Era Utsman, Ada Ayat yang Hampir Tertinggal
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Alquran Kuno. Gambaran Penyalinan Alquran Era Utsman, Ada Ayat yang Hampir Tertinggal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada masa Kekhalifahan Utsman bin Affan RA, perbedaan dalam membaca Alquran kian jelas. Utsman pun berkonsultasi dengan para sahabat lain. Dia juga telah memiliki salinan Alquran yang telah disiapkan dari zaman Kekhalifahan Abu Bakar yang disimpan bersama Hafsah binti Umar pada waktu itu.

Dalam hadits riwayat Bukhari dari jalur Anas bin Malik, Huzhaifah bin Al-Yaman datang kepada Utsman pada saat orang-orang Syam dan orang-orang Irak berperang untuk menaklukkan Armenia dan Azerbaijan. Huzhaifah khawatir terhadap perbedaan dalam membaca Alquran di kalangan penduduk Syam dan Irak.

Baca Juga

Lalu Huzhaifah berkata kepada Utsman, "Wahai Amirul Mukminin! Selamatkan bangsa ini sebelum mereka berselisih tentang Kitab (Alquran), seperti yang dilakukan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebelumnya."

Kemudian Utsman mengirim pesan kepada Hafsah dengan mengatakan, "Kirimkan kepada kami naskah-naskah Alquran agar kami dapat menyusun bahan-bahan Alquran dalam salinan yang sempurna dan mengembalikan naskah-naskah itu kepada engkau". Hafsah lantas mengirimkannya kepada Utsman.

 

Utsman kemudian memerintahkan Zaid ibn Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Al-Ass, Abdurrahman bin Harits bin Hisyam, untuk menulis ulang naskah-naskah itu dalam salinan yang sempurna. Utsman berkata kepada ketiga orang Quraisy itu, "Jika kalian tidak setuju dengan Zaid bin Tsabit dalam hal apapun dalam Alquran, maka tulislah dalam dialek Quraisy karena Alquran diturunkan dalam bahasa mereka."

Mereka pun melakukannya, dan ketika mereka telah menulis banyak salinan, Utsman bin Affan mengembalikan salinan aslinya kepada Hafsah. Utsman mengirim ke setiap provinsi Muslim satu salinan dari apa yang telah mereka salin, dan memerintahkan agar semua bahan Alquran lainnya baik yang ditulis dalam manuskrip yang terpisah-pisah atau salinan utuh, untuk dibakar.

Zaid bin Tsabit menyampaikan, "Sebuah ayat dari Surat Al-Ahzab terlewatkan oleh saya ketika kami menyalin Alquran dan saya biasa mendengar Rasulullah SAW membacanya. Maka kami mencarinya dan menemukannya bersama Khuzaimah bin Tsabit Al-Ansari."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement