Jumat 11 Nov 2022 00:55 WIB

Gambaran Penyalinan Alquran Era Utsman, Ada Ayat yang Hampir Tertinggal

Penyalinan Alquran di era Utsman bin Affan dibuat dengan melewati beberapa hal.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Alquran Kuno. Gambaran Penyalinan Alquran Era Utsman, Ada Ayat yang Hampir Tertinggal
Foto:

Ayat itu adalah Surah Al-Ahzab ayat 23, yang berbunyi, "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)."

Karena itu, penyalinan Alquran di era kepemimpinan Utsman bin Affan dibuat dengan melewati beberapa hal. Pertama, adanya perselisihan yang telah muncul di antara umat Islam tentang cara membaca Alquran yang benar. Kedua, Utsman meminjam salinan Alquran yang disimpan Hafsah. Ketiga, Utsman memerintahkan empat sahabat, untuk menulis ulang naskah dalam salinan yang sempurna.

Keempat, Utsman mengirimkan salinan-salinan tersebut, yang telah diselesaikan oleh empat sahabat itu, ke pusat-pusat utama umat Islam untuk menggantikan salinan lain yang beredar.

Lantas apa bedanya antara salinan Alquran di era Abu Bakar dan Utsman? Untuk diketahui, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA telah membuat satu salinan dari berbagai bahan lisan dan tertulis. Salinan ini kemudian disimpan oleh Umar bin Khattab dan kemudian oleh putrinya, Hafsah.

Setelah penyalinan Alquran di era Utsman bin Affan selesai, lalu salinan tersebut dikirimkan ke berbagai tempat di dunia Muslim. Sedangkan salinan Abu Bakar dikembalikan ke Hafsah dan tetap bersamanya hingga wafat.

Dalam riwayat dari Abu Dawud, disampaikan bagaimana Marwan bin Al-Hakam mengumpulkan salinan yang disimpan Hafsah dari ahli warisnya lalu menghancurkannya, karena khawatir menimbulkan perselisihan baru.

Salinan yang dibuat di era kekhalifahan Utsman bin Affan itulah yang kemudian dikenal dengan Mushaf Utsmani. Penamaan Mushaf Utsmani merupakan ijma atau kesepakatan para sahabat. Mereka setuju bahwa salinan tersebut berisi apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu yang turun dari Allah SWT.

Pendistribusian Mushaf Utsman dengan otoritasnya yang tak terbantahkan, dapat disimbulkan berdasarkan riwayat tentang pertempuran Siffin yang terjadi pada 37 Hijriyah, atau 27 tahun setelah wafatnya Nabi SAW. Saat itu pasukan Muawiyah memasang lembaran-lembaran Alquran di tombak mereka untuk menghentikan perang tersebut. Hal ini didasarkan pada kitab Tarikh Khulafa karya Imam As-Suyuthi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement