Rabu 14 Feb 2024 17:08 WIB

Empat Peristiwa Penting di Bulan Sya'ban

Bulan Sya'ban merupakan bulan yang paling dekat dengan Ramadhan.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Bulan Syaban
Foto: Republika.co.id
Bulan Syaban

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Sya'ban merupakan bulan yang paling dekat dengan Ramadhan. Sehingga para ulama pun menyatakan Sya'ban merupakan bulan untuk membersihkan hati.

Di bulan Sya'ban banyak sekali kejadian yang mulia dan agung. Kejadian-kejadian inilah yang membuat bulan Sya'ban ini menjadi mulia. Dikutip dari buku Menggapai Berkah di Bulan-Bulan Hijriah oleh Siti Zamratus Sa’adah, berikut ini empat peristiwa penting yang terjadi di bulan Sya’ban.

Baca Juga

Empat Peristiwa Penting di Bulan Sya'ban

1. Perpindahan arah kiblat

Di bulan inilah kiblat kaum muslimin berpindah, yang semula umat Islam shalat menghadap ke Baitul Maqdis dan membelakangi Ka'bah kini berganti arah menghadap ke Ka’bah di Makkah. Tercatat, umat Islam shalat menghadap Baitul Maqdis selama 16 bulan lamanya, sebelum kemudian kiblat mereka berganti arah menuju Makkah di bulan ini.

 

Peristiwa perpindahan arah kiblat ini merupakan yang ditunggu-tunggu oleh Nabi Muhammad saw. Karena pada waktu itu orang Yahudi mengolok-olok kaum muslimin karena beribadah menghadap ke arah yang sama seperti orang Yahudi.

Sehingga disebutkan bahwa Nabi saw kerap menengadah ke langit memohon petunjuk Allah dan menunggu hingga wahyu Allah turun dan ingin agar Dia mewujudkan dan memberikan apa yang beliau inginkan itu.

"Sungguh kami sering melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja Kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya." (Al-Baqarah ayat 144)

Begitu besar harapan itu, sampai-sampai Aisyah berkata kepada Rasulullah, "Aku selalu saja melihat Tuhanmu mengabulkan apa yang engkau inginkan wahai Rasulullah!" Itu adalah bukti bahwa permintaan Rasulullah akan selalu dikabulkan sesuai firman Allah swt.

"Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu hati kamu menjadi puas." (Adh-Dhuha ayat 5)

Selanjutnya...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement