Selasa 16 Jan 2024 20:48 WIB

Petualang Asal Palestina Ini Kelilingi Dunia 20 Tahun, Ungkap 14 Iklim di Wilayah Islam

Palestina dikenal juga sebagai salah satu pusat peradaban Islam

Ilustrasi petualang. Palestina dikenal juga sebagai salah satu pusat peradaban Islam
Foto: Pixabay
Ilustrasi petualang. Palestina dikenal juga sebagai salah satu pusat peradaban Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Salah satu dari sekian banyak kontribusi dari bumi Palestina kini, adalah munculnya dari kiprah al-Muqaddasi, yang kemudian dikenal sebagai pakar geografi terkemuka di dunia Islam.

Pada akhir abad ke-10, pria yang berasal dari al-Quds (Yerusalem) ini telah melanglang ke seluruh dunia Islam. Ia menciptakan suatu karya paling orisinal dalam ilmu geografi Arab.

Baca Juga

Muhammad Ibnu Ahmad Shams al-Din al-Muqaddasi atau juga dikenal sebagai al-Maqdisi lahir pada 945 M dan meninggal pada 1000 M. Ia adalah ahli ilmu bumi dari Arab yang terkenal. Ia merupakan satu dari sekian banyak ahli ilmu pengetahuan sosial di dunia Islam. Dalam hal ini, spesialisasinya adalah ilmu bumi atau geografi. 

Risalahnya yang terbaik dan terkenal adalah Ahsan at-Taqasim fi Ma'rifat al-Aqalim (Klasifikasi Terbaik Mengenai Pengetahuan tentang Iklim) yang diselesaikannya pada 375 H (985 M) dan edisi revisinya yang diproduksi tiga tahun kemudian.

Kakeknya (al-Bana) adalah seorang arsitek yang bekerja pada Ibnu Tulon untuk membangun pelabuhan Acre. Setelah menunaikan ibadah haji ke Makkah pada usia 20 tahun, ia memutuskan untuk menekuni geografi.

Untuk memperoleh informasi yang diperlukan, ia melakukan perjalanan selama 20 tahun yang membawanya ke seluruh negara Islam di dunia. Pada 985 M, ia menulis buku berjudul Ahsan al-Taqasim fi Ma'rifat al-Aqalim, sebuah catatan sistematik mengenai tempat-tempat dan negara yang telah ia kunjungi.

Buku ini merupakan risalah epik geografis dan juga suatu karya sastra besar. Risalah ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya selama 20 tahun dan catatan observasi perjalanannya ke negara-negara Islam yang terbentang mulai dari Samudra Atlantik hingga Samudra Hindia.

Pada awal pertengahan kedua abad ke-19, seorang peneliti Timur Tengah asal Jerman, Aloys Sprenger, mengalihkan perhatian orang-orang Barat ke manuskrip karya al-Muqaddasi.

Sprenger memuji al-Muqaddasi sebagai ahli bumi terbesar sepanjang masa. Sedangkan peneliti Islam dari Prancis, Andre Miquel, menyebut buku al-Muqaddasi sebagai karya yang secara total membahas seluk-beluk geografi.

Seorang ilmuwan lain asal Eropa, Le Strange, mengomentari karya al-Muqaddasi: Deskripsinya mengenai Palestina, terutama kampung halamannya yaitu Yerusalem, adalah bagian terbaik dari seluruh karyanya.  

Semua yang ia tulis.. 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement