Rabu 29 Nov 2023 17:47 WIB

2 Hal yang Ditakutkan Nabi Muhammad SAW Terhadap Umat Islam

Hal ini pun diabadikan dalam Alquran.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Nabi Muhammad
Foto: Republika.co.id
Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mubaligh Mesir Sayyed Abdul Bari menyampaikan pemaparan soal apa yang dikhawatirkan Nabi SAW terhadap umatnya. Dia mengatakan Alquran telah menjelaskan tentang ciri manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Sebagian dari sifat manusia adalah pengingkaran terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT kepadanya. Hal ini pun diabadikan dalam Alquran.

Baca Juga

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta." (QS. Al-'Adiyat ayat 6-8)

"Jika seseorang membiarkan nafsunya, maka dia tidak akan berbuat adil. Sudah menjadi fitrah manusia untuk lupa (akan kenikmatan yang dilimpahkan kepadanya)," ujarnya seperti dilansir Masrawy.

 

Sayyed Abdul Bari menjelaskan Allah SWT telah berfirman bahwa dalam diri manusia itu terdapat kecenderungan untuk melakukan kejahatan maupun keburukan serta mengikuti hawa nafsu. Hal inilah yang kemudian menjadi keindahan dalam hal penciptaan.

Sebab jika seluruh manusia diciptakan dengan penuh kenikmatan, di mana mereka mendapat segala nikmat, maka kemungkinan terjadinya ketidakstabilan lebih besar. Sebab di dalam dirinya terdapat kecenderungan untuk berbuat buruk.

Terkait hal tersebut, Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

ما أخشى عليكم الفقرَ ؛ ولكن أخشى عليكم التكاثُرَ ، وما أخشى عليكم الخطأَ ؛ ولكن أخشى عليكم التَّعَمُّدَ .

"Aku tidak takut jika kemiskinan ditimpakan pada kalian. Tetapi aku takut jika kalian diberikan keberlimpahan. Aku tidak takut jika kalian berbuat salah, tetapi yang aku takutkan adalah jika kalian melakukannya dengan sengaja." (HR. Ahmad, Al Bazar, dan Al Hakim, dari jalur Abu Hurairah RA).

Sumber: Masrawy

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement