Sabtu 07 Oct 2023 03:25 WIB

Barang-Barang yang Digunakan Nabi Muhammad Ketika Tidur

Rasulullah biasa tidur di atas ranjang itu sampai meninggal.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Barang-Barang yang Digunakan Nabi Muhammad Ketika Tidur
Foto: republika
Barang-Barang yang Digunakan Nabi Muhammad Ketika Tidur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah barang-barang yang digunakan Rasulullah dalam aktivitas sehari-hari tak luput dari rekaman abadi yang tertuang di dalam sejumlah hadis. Termasuk salah satunya mengenai barang-barang apa saja yang digunakan beliau di saat tidur.

Abdul Fattah As-Samman dalam buku Harta Nabi menjelaskan, Nabi menggunakan sejumlah barang yang difungsikan untuk tidur. Misalnya sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah, “Tempat Rasulullah biasa berbaring tidur terbuat dari tikar anyaman daun kurma.”

Baca Juga

Sedangkan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah, dia berkata, “Ketika aku berbaring bersama Rasulullah dalam satu selimut, tiba-tiba aku mengalami menstruasi. Sehingga aku pun keluar secara perlahan mengambil pakaian yang terkena darah haidku. Rasulullah bertanya kepadaku, ‘Apakah kamu sedang haid?’. Aku menjawab, ‘Ya’. Rasulullah kemudian memanggilku lalu aku berbaring lagi bersama beliau dalam satu selimut,”.

Dijelaskan pula tikar Nabi yang pada era sekarang barangkali menyerupai alas ranjang. Sedangkan alas ranjang mempunyai papan dan tiang penyangga.

Muhammad bin Umar berkata, “Para sahabat kami berkumpul di Madinah. Mereka tidak berbeda pendapat mengenai ranjang Nabi bahwa papan-papannya dibeli Abdullah bin Ishaq Al-Ishaqi dari mawali Muawiyah bin Abu Sufyan. Dia membeli papan-papan ranjang Nabi seharga 4.000 dirham,”.

Diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah, dia berkata, “Kaum Quraisy di Makkah tidak ada yang lebih mereka senangi dari ruang ranjang untuk tidur. Tatkala Rasulullah hijrah ke Madinah dan singgah di rumah Abu Ayyub, beliau bersabda, ‘Wahai Abu Ayyub, apakah kamu tidak mempunyai ranjang?’, Abu Ayub berkata, ‘Demi Allah, aku tidak punya’.

Tatkala berita tersebut disampaikan kepada As’ad bin Zurarah, maka As’ad segera mengirim ke rumah Ayyub ranjang berpenyangga. Kayu penyangganya dari pohon jati dan bagian kepalanya dihias dengan gelang-gelang.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement