Selasa 12 Sep 2023 13:04 WIB

Nabi Muhammad SAW Teladan Bagi Umat Manusia di Setiap Zaman 

Nabi Muhammad adalah teladan terbaik bagi manusia.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi Nabi Muhammad
Foto: Pixabay
Ilustrasi Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW adalah teladan yang sempurna bagi umat manusia di setiap zaman. Kelembutan, kasih sayang dan cinta Rasulullah SAW kepada setiap makhluk tercermin dari sikap, perilaku, etika dan akhlak beliau sehari-hari.

Allah SWT juga menegaskan bahwa pada diri Nabi Muhammad SAW benar-benar ada teladan bagi umat manusia. Tapi keteladanan itu hanya untuk manusia yang mengharapkan rahmat dari Allah SWT.

Baca Juga

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

 

Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah. (Quran Surat Al-Ahzab Ayat 21)

Maksud ayat di atas menjelaskan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan bagi manusia dalam segala hal, termasuk di medan perang. Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah SAW itu suri teladan yang baik bagimu dalam semua ucapan dan perilakunya, baik pada masa damai maupun perang. 

Namun, keteladan  Rasulullah SAW itu hanya berlaku bagi orang yang hanya mengharap rahmat Allah, tidak berharap dunia, dan berharap hari Kiamat sebagai hari pembalasan, dan berlaku juga bagi orang yang banyak mengingat Allah karena dengan begitu seseorang bisa kuat meneladani Nabi Muhammad SAW.

Dalam penjelasan tafsir Kementerian Agama, pada ayat ini, Allah memperingatkan orang-orang munafik bahwa sebenarnya mereka dapat memperoleh teladan yang baik dari Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW adalah seorang yang kuat imannya, berani, sabar, dan tabah menghadapi segala macam cobaan, percaya sepenuhnya kepada segala ketentuan Allah, dan mempunyai akhlak yang mulia. 

Jika mereka bercita-cita ingin menjadi manusia yang baik, berbahagia hidup di dunia dan di akhirat, tentulah mereka akan mencontoh dan mengikutinya. Akan tetapi, perbuatan dan tingkah laku mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mengharapkan keridaan Allah dan segala macam bentuk kebahagiaan hakiki itu.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement