Selasa 12 Sep 2023 09:59 WIB

Lima Kitab Maulid Nabi Muhammad yang Populer di Indonesia (2)

Ada sejumlah kitab yang dibaca saat majelis Maulid Nabi Muhammad.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Perayaan Maulid Nabi Muhammad (ilustrasi).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Perayaan Maulid Nabi Muhammad (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,

2) Simthud Durar

Baca Juga

Maulid Simthud Durar di susun oleh al Habib Ali Bin Muhammad Bin Husein Al Habsyi. Maulid Simthud Durar  sangat sering dibaca oleh umat Muslim di Tanah Air. Terlebih banyak keturunannya yang tinggal dan tersebar di Indonesia. Di Masjid Riyadh Solo misalnya, Simthud Durar kerap dibaca ketika haul Habib Al Habsyi.

Habib Ali Al Habsyi memiliki kecintaan yang begitu besar kepada nabi Muhammad SAW. Luapan cintanya itu tertuang dalam kitab Simtud Durar. Kitab ini mulai disusun ketika Habib Ali Al Habsyi telah menginjak umur 68 tahun. Tepatnya pada Kamis 26 Shafar 1327 H, Habib Ali mendiktekan paragraf awal dari kitab Maulid Simtud Durar kepada para muridnya.

 

Habib Ali kemudian memerintahkan muridnya untuk membacakannya. Selalu beberapa waktu, Habib Ali pun melanjutkan penyusunan Maulid Simtud Durar. Dalam majelis lain, Habib Ali melanjutkan penyusunan Maulid Simtud Durar dengan mendiktekan kepada murid-muridnya..Hingga pada Kamis 10  Rabiul Awwal Habib Ali menyempurnakan penyusunan Maulid Simtud Durar. Pada 12 Rabiul Awwal, Habib Ali membaca maulid Simtud Durar di rumah muridnya yaitu Habib Umar bin Hamid as Seggaf.

Maulid Simtud Durar yang agung ini kemudian mulai tersebar luas di Seiwun, juga di seluruh Hadramaut dan tempat-tempat lain yang jauh. Maulid ini juga sampai ke Haramain yang mulia, Indonesia, Afrika, Djafar dan Yaman.

"Dakwahku akan tersebar ke seluruh wujud. Maulidku ini akan tersebar ke tengah-tengah masyarakat, akan mengumpulkan mereka kepada Allah dan akan membuat mereka dicintai Nabi SAW," kata Habib Ali sebagaimana dikutip dalam Biografi Habib Ali Al Habsyi Muallif Simtud Durar yang disusun oleh Habib Husein Anis Al Habsyi yang diterbitkan Pustaka Zawiyah. 

Habib Ali menjelaskan bahwa jika seseorang menjadikan kita Maulid Simtud Durar sebagai salah satu wiridnya atau menghafalnya maka rahasianya (sir) akan tampak padanya. Membaca Maulid Simtud Durar menghubungkan diri dengan Rasulullah SAW. Habib Ali mengatakan pujiannya kepada nabi Muhammad SAW dalam Simtud Durar dengan mudah dapat diterima masyarakat karena besarnya cinta Habib Ali kepada Rasulullah. "Munculnya maulid Simtud Durar di zaman ini akan menyempurnakan kekurangan orang-orang yang hidup di zaman akhir. Sebab tak sedikit pemberian Allah kepada orang-orang terdahulu yang tidak dapat diraih oleh orang-orang zaman akhir, tapi setelah maulid ini datang, ia akan menyempurnakan apa yang telah terlewatkan . Dan nabi SAW sangat menyukai maulid ini," katanya.

Dalam Simthud Durar dituliskan kisah perjalanan Rasulullah SAW. Dari sebelum lahir, tentang (masa) kecilnya rasul, masa nabi dalam perawatan kakeknya pamannya, kemudian masa remajanya rasul, masa dewasanya rasul, masa dimana rasul berniaga, masa rasul mengemban risalah kenabian, sampai masa dakwahnya dan wafatnya Rasulullah SAW.  

Di antara ulama Indonesia yang mempopulerkan maulid Simthud Durar adalah Tuan Guru Muhammad Zaini Abdul Ghani atau akrab disapa Abah Guru Sekumpul dari Martapura. Selain itu para habib terutama dari klan Al Habsyi juga sering membaca maulid ini di setiap awal majelisnya. 

Syair-syair yang digunakan Habib Ali dalam kitab maulid Simtudduror tersusun dengan indah dan mendalam namun dapat dengan mudah dimengerti pembacanya. Kitab ini dibuka dengan shalawat pada nabi Muhammad SAW sebagai makhluk termulia, makhluk yang terindah dalam ucapannya dan terjujur. Pada pembukaan Simtudduror, Habib Ali Al Habsyi juga menuliskan bahwa Allah mengutus makhlukNya yang paling mulia, hambaNya yang paling agung yakni nabi Muhammad SAW karena rahmat Allah SWT. Disebutkan bahwa pancaran kemuliaan nabi Muhammad tersebar baik di alam nyata maupun gaib. Alam semesta menjadi harum sebab kehadiran Rasulullah.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement