Selasa 12 Sep 2023 10:24 WIB

Tradisi Penguburan Jenazah, dari Mana Asal Mulanya? Ini Penjelasan Imam Al-Qurthubi

Menguburkan jenazah merupakan fardhu kifayah untuk Muslim

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi makam. Menguburkan jenazah merupakan fardhu kifayah untuk Muslim
Foto: Edi Yusuf/Republika
Ilustrasi makam. Menguburkan jenazah merupakan fardhu kifayah untuk Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sudah menjadi syariat dalam ajaran Islam bahwa ketika ada orang yang meninggal dunia maka hukumnya fardhu kifayah bagi yang orang hidup untuk mengurus jenazah termasuk menguburkannya. Lalu, siapa makhluk yang pertama kali membuat dan melakukan penguburan?  

Untuk menjawabnya maka perlu kembali menengok kisah Qabil yang melakukan pembunuhan terhadap saudaranya yakni Habil pada masa kehidupan Nabi Adam Alaihissalam. Ada perbedaan pendapat para ulama berkaitan dengan siapa makhluk yang pertama kali membuat kuburan dan melakukan penguburan.  

Baca Juga

Pendapat pertama  menyebut bahwa burung gagak yang menjadi makhluk pertama membuat kubur dan melakukan penguburan. 

Ini terjadi ketika peristiwa pembunuhan yang dilakukan Qabil terhadap Habil. Pendapat ini yang banyak dibenarkan. Meski begitu, ada pendapat lain yang mengemukakan bahwa sebenarnya Qabil sudah mengetahui caranya menguburkan tapi dia memilih meninggalkan jasad Habil. Sebab itu lebih mudah baginya. 

Pendapat kedua, bahwa  Allah SWT menurunkan burung gagak lalu gagak itu menggali tanah untuk memakamkan Habil. 

Qabil melihat bagaimana Allah Ta'ala memuliakan jasad saudaranya dengan mengirimkan burung gagak untuk mencontohkannya memuliakan jasad Habil.  

واختلف في أول من سن القبر فقيل: الغراب لما قتل قابيل هابيل , وقيل : بنو إسرائيل وليس بشيء . وقيل : كان قابيل يعلم الدفن . ولكن ترك أخاه بالعراء استخفافا به . والأول أصح والله أعلم .   فبعث الله غرابا يبحث في التراب على هابيل ليدفنه. فقال عند ذلك: فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ (الماءدة:٣١) . 

“Dan terdapat ikhtilaf tentang siapa yang pertama kali membuat kubur. Ada yang mengatakan itu adalah burung gagak ketika Qabil membunuh Habil, dan ada yang mengatakan itu adalah salah satu penuturan bani Israil. Dan ada yang mengatakan Qabil mengetahui cara memakamkan, akan tetapi dia meninggalkan saudaranya (Habil) dengan begitu saja karena lebih memudahkan baginya. Yang pertama lebih benar, wallahu'alam. Maka Allah mengutus burung gagak menggali tanah atas Habil untuk memakamkannya. Maka berkata (Qobil) ketika melihat itu (sebagaimana dalam Alquran surat Al Maidah ayat 31): Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.

(Lihat kitab at-Tadzkirah karya Imam Qurthubi halaman 302-303 yang diterbitkan Maktabah Darul Minhaj). 

Baca juga: Bagaimana Laut Merah Bisa Terbelah oleh Tongkat Nabi Musa? Ini Penjelasan Ilmiahnya                                                                                                            

Ada yang menyebut bahwa Qabil menguburkan Habil bukan karena penyesalan tapi karena kehilangan saja. Meski demikian ada keterangan dari Ibnu Abbas bahwa bila Qabil menyesal dengan pembunuhannya maka itu adalah tobat baginya.  

Pendapat yang ketiga mengatakan bahwa ketika Qabil telah membunuh Habil, ada dua ekor burung gagak bertarung hingga salah satunya mati. 

Lalu burung gagak yang hidup menggali tanah dan menguburkan gagak yang mati itu. Qabil melihat itu dan tersadar untuk melakukan hal serupa yakni menguburkan Habil. 

حيث رأى إكرام الله لهابيل بأن قيض الله الغراب حتى واراه. ولم يكن ذلك ندم توبة. وقيل: ندمه إنما كان على فقده لا على قتله. قال ابن عباس: ولو كانت ندامته على قتله لكانت الندامة توبة. ويقال: إنه لما قتله قعد يبكي عند رأسه إذا أقبل غرابان فاقتتلا فقتل أحدهما الآخر. ثم حفر له حفرة فدفنه. ففعل القاتل بأخيه كذلك. فبقي ذلك سنة لازمة في بني آدم. وفي التنزيل: ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ . أي جعل له قبرا يوارى فيه إكراما له. ولم يجعله مما يلقى على وجه الأرض تأكله الطير والعوافي. قاله الفراء

Baca juga: 15 Pengakuan Orientalis Non-Muslim Ini Tegaskan Alquran Murni tak Ada Kesalahan

“Di mana Qabil melihat Allah memuliakan jasad Habil dengan mengutus burung gagak sehingga dia melihatnya. Dan itu (Qabil menguburkan Habil) bukan penyesalan tobat. Dan ada yang mengatakan penyesalan Qabil sesungguhnya karena kehilangan (Habil) bukan karena membunuhnya. Ibnu Abbas mengatakan, "Dan apabila penyesalannya (Qabil) atas pembunuhannya terhadap Habil, maka penyesalannya itu adalah tobatnya. Dan ada yang mengatakan, "Sesungguhnya Qobil ketika membunuh Habil duduk sambil menangis di sisi kepala Habil, ketika itu dia ekor burung gagak mendekat dan berkelahi, salah satunya membunuh gagak yang lainnya. Kemudian gagak itu menggali tanah untuk gagak lainnya dan menguburkannya. Maka Qabil mengerjakan hal serupa kepada saudaranya seperti itu. Maka itu menjadi ketetapan sunah bagi anak Adam." Sebagaimana ayat: "Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur (surat Abasa ayat 21). Yakni dia (Qabil) membuat kuburan bagi Habil, dia memakamkan saudaranya untuk memuliakan Habil. Dan agar jasadnya tidak dimakan burung dan hewan liar. Ini adalah pendapat Al Farra (Abi Zakariya Yahya bin Ziyad Al Farra).” (At Tadzkirah: 303)      

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement