Senin 29 May 2023 06:03 WIB

Kecintaan Sahabat Nabi Muhammad dalam Sholat Berjamaah

Sahabat Nabi Muhammad menjaga sholat berjamaah di awal waktu.

Kecintaan Sahabat Nabi Muhammad dalam Sholat Berjamaah.  Foto: Sholat berjamaah di masjid Islamic Center Jakarta utara (Ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA
Kecintaan Sahabat Nabi Muhammad dalam Sholat Berjamaah. Foto: Sholat berjamaah di masjid Islamic Center Jakarta utara (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keteladanan soal amal sholat berjamaah ditunjukkan oleh para Para sahabat Nabi Muhammad SAW. Mereka, para sahabat Nabi adalah manusia yang telah  mendapat keridhoan Allah, tetapi tetap taat beribadah. Salah satu contohnya adalah ketaatan para sahabat menjaga sholat di awal waktu dan berjamaah.

Salah satu contohnya dalam kisah Umar bin Khattab saat menjadi khalifah. Kisah ini dikutip dari kitab Fadhilah Amal yang ditulis oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi.

Baca Juga

Ada seorang sahabat bernama Sulaiman bin Abi Hatsmah RA yang lahir saat Rasulullah masih hidup. Pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab tak menemuinya saat sholat Subuh berjamaah di masjid.

Maka, Umar bin Khattab menemui ibunya dan bertanya, "Mengapa Sulaiman tak datang sholat subuh?"

 

Ibunya menjawab, "Tadi malam ia sholat sunnat semalam suntuk sehingga tertidur."

Umar kemudian berkata, "Aku lebih menyukai sholat subuh dengan berjamaah dari pada sholat sunnat semalam suntuk."

 

Kisah lainnya,  Abdullah bin Mas'ud pada suatu hari pergi ke pasar, lalu terdengarlah adzan. Ia melihat setiap orang meninggalkan barangnya dan bersegera ke masjid. Ia berkata mereka inilah orang yang telah difirmankan Allah:

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ

"Laki-laki yang perniagaan dan jual beli mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah, dari mendirikan sholat dan berzakat." (QS: An-Nuur:37).

Kisah lainya, Abdullah bin Umar pergi ke pasar, dan tibalah waktu sholat berjamaah. Setiap pedagang langsung menutup tokonya dan segera pergi ke masjid.

Abdullah bin Umar berkata, "Mereka adalah orang-orang yang difirmankan Allah:

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَٰرُ

"Laki-laki yang perniagaan dan jual beli mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah, dan dari mendirikan sholat, dan berzakat. Mereka takut kepada suatu hari yang hati dan penglihatan menjadi goncang." (QS An-Nuur:37).

Abdullah bin Abbas berkata, "Mereka sangat sibuk dengan perdagangan dan jual beli, tetapi jika terdengar suara azan, mereka segera meninggalkannya dan pergi ke masjid."

Abdullah bin Abbas juga berkata, "Demi Allah, mereka adalah para pedagang, tetapi perdagangan mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement