Selasa 21 Feb 2023 06:15 WIB

Alasan Mengapa Karunia dari Allah Terkadang Datang Tiba-Tiba

Membiarkan sikap yang meniadakan campur tangan Allah SWT melahirkan sifat egoisme.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Matahari terbenam di belakang menara Masjid di stadion Al-Shamal di Al-Ruwais, Qatar, Selasa, 29 November 2022. Alasan Mengapa Karunia dari Allah Terkadang Datang Tiba-Tiba
Foto: AP/Matthias Schrader
Matahari terbenam di belakang menara Masjid di stadion Al-Shamal di Al-Ruwais, Qatar, Selasa, 29 November 2022. Alasan Mengapa Karunia dari Allah Terkadang Datang Tiba-Tiba

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan alasan mengapa karunia dari Allah SWT terkadang datang secara tiba-tiba. Tujuannya agar seorang hamba tidak mengklaim bahwa karunia, nikmat atau pertolongan itu datang karena perbuatannya semata, tanpa campur tangan Allah SWT.

"Terkadang nikmat Allah SWT tidak diberikan kecuali secara tiba-tiba, agar para hamba tidak mengklaim mereka mendapatkannya karena adanya persiapan." (Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam)

Baca Juga

Terkadang, Allah SWT sengaja memberikan berbagai karunia-Nya kepada para hamba-Nya secara tiba-tiba, terutama nikmat hidayah, petunjuk, maupun materi. Hal tersebut agar mereka tidak mengklaim semua itu adalah hasil kerja keras dan buah keringat mereka.

Membiarkan sikap yang meniadakan campur tangan Allah SWT akan melahirkan sifat egoisme dan merasa hebat. Bahkan, sikap ini bisa menimbulkan benih-benih kesyirikan di dalam diri pelakunya.

 

Padahal, semua yang diperoleh se­seorang adalah karunia dari-Nya. Tidak sedikit orang meng­klaim ia bisa menjalankan semua perintah-Nya karena kesungguhannya sendiri, tanpa ada intervensi siapa pun di dalamnya, bahkan Tuhan sekalipun.

Semua ini adalah jebakan iblis, tampang lahirnya me­mang mengagumkan, tetapi isinya menakutkan. Hati­-hatilah, ini adalah perbuatan syirik yang tersembunyi dan sangat membahayakan akidah seorang hamba.

Hal ini dijelaskan Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam dengan penjelasan tambahan oleh Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati dalam buku Kitab Al-Hikam dan Penjelasannya yang diterbitkan penerbit Noktah tahun 2017.

Terjemah kitab Al-Hikam oleh Ustaz Bahreisy menambah penjelasan perkataan Syekh Ibnu Athaillah. Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa Alaihissalam, "Tahukah kamu mengapa Aku mengangkat kamu sebagai Nabi yang langsung mendengar kalam-Ku?" Nabi Musa menjawab, "Engkau yang lebih mengetahui."

Tuhan bersabda, "Ketika Aku larikan kambing Nabi Syuaib yang kamu pelihara itu, sehingga dengan susah payah kamu mengejar kambing-kambing itu untuk mengembalikannya, tapi setelah kembali kamu tidak merasa jengkel atau marah, itulah sebabnya."

Karunia besar dari Allah tidak dapat diraba oleh manusia. Karunia itu selalu diberikan oleh Allah SWT secara tiba-tiba, supaya tidak ada orang yang berbangga dengan amal perbuatannya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement