Rabu 04 Jan 2023 19:32 WIB

5 Nasihat Rasulullah SAW untuk Fatimah Ketika Mengadu Beban Rumah Tangga

Rasulullah SAW memberikan nasihat untuk Fatimah dalam hidup berumah tangga

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Rasulullah SAW. Rasulullah SAW memberikan nasihat untuk Fatimah dalam hidup berumah tangga
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Rasulullah SAW. Rasulullah SAW memberikan nasihat untuk Fatimah dalam hidup berumah tangga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- JAKARTA— Dalam hidup berumah tangga selalu saja ada persoalan yang muncul antara suami dan istri, termasuk soal beban tangung jawab masing-masing. 

Menurut Imam Nawawi al-Bantani, dalam kitab Uqudullujain, disebutkan bahwa hendaknya suami lebih menyayangi istrinya. Hal ini karena dalam rumah tangga, wanita memiliki tugas yang sangat berat. 

Baca Juga

Hal tersebut tergambar pada kisah Fatimah Az-Zahra. Ketika Nabi berkunjung ke rumah putrinya yang bernama Fatimah Az-Zahra, didapati putrinya sedang menangis sambil menggiling gandum dengan menggunakan raha (alat penggilingan gandum tradisional yang terbuat dari batu). 

Melihat putrinya yang sedang menangis, Nabi Muhammad SAW mendekati putrinya, lalu bertanya, “Wahai Fatimah mengapa engkau menangis? Allah tidak menyebabkan matamu menangis.”

 

Lalu Fatimah menceritakan kepada ayahnya perihal sesuatu yang membuatnya menangis, “Wahai ayahku, aku menangis karena raha, dan juga kesibukan tugas rumah tangga yang aku kerjakan setiap hari tanpa seorang pun yang membantu.”  

Kemudian Nabi Muhammad SAW duduk di samping Fatimah. Lalu Fatimah melanjutkan ceritanya, “Wahai ayahku, dengan keutamaan yang engkau miliki, tolong katakan pada ‘Ali supaya mau membelikan budak untukku agar dapat membantu menggiling gandum dan mengurusi pekerjaan rumah.”  

Setelah mendengar cerita tersebut, Nabi Muhammad SAW berdiri dan mengambil gandum dengan tangannya yang mulia lalu meletakannya pada raha dengan mengucapkan bismillah, atas izin Allah SWT benda tersebut bergerak sendiri menggiling gandum sambil mengucapkan kalimat tasbih kepada Allah SWT dengan ragam bahasa yang berbeda-beda hingga gandum yang digiling telah menjadi tepung.

Kemudian Nabi Muhammad SAW berkata pada raha, berhentilah, atas izin Allah SWT benda tersebut berhenti. Kemudian raha berkata kepada Nabi Muhammad SAW dengan bahasa Arab yang sangat fasih, “Wahai Rasulullah, Allah SWT telah mengutus engkau untuk menyebarkan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul, andai engkau memerintahkan aku untuk menggiling gandum dari ujung timur hingga ujung barat aku akan siap melaksanakannya, aku mendengar dalam Alquran Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, maka aku takut Wahai Rasul menjadi bahan bakar di neraka. Kemudian Nabi Muhammad SAW berkata pada benda raha, “Berbahagialah, engkau termasuk miliknya Fatimah Az-zahra, engkau akan masuk surga.” Mendengar hal tersebut raha tersenyum lalu berhenti berbicara seperti semula. 

Kemudian Nabi Muhammad SAW berkata kepada putrinya sebagai bentuk nasihat dan penyemangat, supaya putrinya tidak lagi mengeluh ketika melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Beliau memberikan lima nasihat kepada Fatimah, terkait keluhannya.

ﻟَﻮْﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻳَﺎﻓَﺎِﻃَﻤُﺔ ﻟَﻄَﺤَﻨَﺖْ ﻟَﻚِ ﺍﻟﺮَّﺣَﺎ ﻭَﺣْﺪَﻫَﺎ، ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ  ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻜْﺘُﺐَ ﻟَﻚِ ﺍﻟﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ، ﻭَﻳُﻜَﻔِّﺮَ ﻟَﻚِ ﺍﻟﺴﻴِّﺂﺕِ، ﻭَﻳَﺮْﻓَﻊَ ﻟَﻚِ ﺍﻟﺪَﺭَﺟَﺎﺕِ

“Wahai Fatimah, bila Allah menghendaki benda tersebut bergerak sendiri menggilingkan gandum untukmu, dia (raha) akan bergerak, tapi Allah ingin menulis kebaikan untuk mu, melebur dosa-dosa mu, dan mengangkat derajatmu.”

Baca juga: Islam akan Jadi Agama Mayoritas di 13 Negara Eropa pada 2085, Ini Daftarnya 

ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻃَﺤَﻨَﺖْ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﺃَﻭْﻻَﺩِﻫَﺎ ﺇﻻَّ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺑِﻜُﻞِّ ﺣَﺒَّﺔٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻘَﻤْﺢِ ﺣَﺴَﻨَﺔً، ﻭَﻣَﺤَﺎ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺳَﻴِّﺌَﺔً، ﻭَﺭَﻓَﻊَ ﻟَﻬَﺎ ﺩَﺭَﺟَﺔً 

“Wahai Fatimah, tiada istri yang menggiling tepung untuk suami dan anaknya kecuali Allah mencatatkan kebaikan baginya pada setiap biji dari gandum, meleburkan dosa-nya, dan meninggikan derajat-nya.”

ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻋَﺮِﻗَﺖْ ﻋِﻨْﺪَ ﻃَﺤِﻴْﻨِﻬَﺎ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ ﺇﻻَّ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑَﻴْﻨَﻬَﺎ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺳَﺒْﻊَ ﺧَﻨَﺎﺩِﻕَ

“Wahai Fatimah, tiada keringat istri ketika menggiling tepung untuk suaminya kecuali Allah menjadikan jarak baginya dan neraka sejauh tujuh khanadiq.”

 ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺩَﻫَﻨَﺖْ ﺭُﺅُﻭْﺱَ ﺃَﻭْﻻَﺩِﻫَﺎ ﻭَﺳَﺮَّﺣَﺘْﻬُﻢْ ﻭَﻏَﺴَﻠَﺖْ ﺛِﻴَﺎﺑَﻬُﻢْ ﺇﻻَّ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﺟْﺮَ ﻣَﻦْ ﺃَﻃْﻌَﻢَ ﺃَﻟْﻒَ ﺟَﺎﺋِﻊٍ ﻭَﻛَﺴَﺎ ﺃَﻟْﻒَ ﻋُﺮْﻳَﺎﻥ.

“Wahai Fatimah, tiada istri ketika memakaikan minyak rambut pada kepala anaknya, menyisir, dan mencuci pakaiannya kecuali Allah mencatatkan baginya senilai pahala orang yang memberi makan seribu orang lapar dan ditambah dengan pahalanya orang yang memberi pakaian pada seribu orang telanjang.”

 . ﻳَﺎ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ، ﺇِﺫَﺍ ﺣَﻤَﻠَﺖْ ﺍﻟﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺑِﺎﻟْﺠَﻨِﻴْﻦِ ﻓِﻲْ ﺑَﻄْﻨِﻬَﺎ ﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَﺕْ ﻟَﻬَﺎ ﺍﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔُ، ﻭَﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﺃَﻟْﻒَ ﺣَﺴَﻨَﺔٍ، ﻭَﻣَﺤَﺎ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺃَﻟْﻒَ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَﻫَﺎ ﺍﻟﻄَﻠْﻖُ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬَﺎ ﺛَﻮَﺍﺏَ ﺍﻟﻤُﺠَﺎﻫِﺪِﻳْﻦَ ﻓِﻲْ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻭَﺿَﻌَﺖْ ﺣَﻤْﻠَﻬَﺎ ﺧَﺮَﺟَﺖْ ﻣِﻦْ ﺫُﻧُﻮْﺑِﻬَﺎ ﻛَﻴَﻮْﻡِ ﻭَﻟَﺪَﺗْﻬَﺎ ﺃُﻣُّﻬَﺎ

“Wahai Fatimah, ketika seorang istri mengandung janin di perutnya, malaikat memintakan ampun untuknya, Allah menulis lima belas ribu kebaikan baginya, ketika datang rasa sakit melahirkan Allah swt menulis pahala baginya senilai pahala mujahidin, dan ketika seorang bayi telah lahir darinya maka Allah mengeluarkan berbagai macam dosa darinya hingga dia bersih kembali sebagaimana hari ketika dia dilahirkan oleh ibunya.” 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement