Sabtu 27 Mar 2021 10:39 WIB

Tahun Duka Cita Bagi Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad kehilangan pamannya dan istrinya Khadijah di tahun yang sama.

Tahun Duka Cita Bagi Nabi Muhammad SAW
Foto:

Nabi sangat sedih sekali, sepertinya sangat menyesali kenapa paman yang beliau kasihi dan telah melindungi beliau sepanjang hayatnya, bahkan bersedia ikut menderita bersama dengan Nabi dan orang-orang beriman lainnya, kok sampai akhir hayatnya tidak mau beriman. Tentang kegundahan Nabi itu Allah SWT menurunkan firman-Nya:

إِنَّكَ لَا تَهۡدِي مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Q, S, Al-Qashash 28: 56)

Kisah kematian Abu Thalib ini ditulis oleh Ibn Katsir dalam kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah (4: 404-407). Diriwayatkan juga dalam Shahih al-Bukhari dari Abbas ibn Abdul Muthalib, dia berkata kepada Nabi SAW, “Tidakkah engkau memedulikan pamanmu? Bukankah dia yang melindungimu dan marah demi membela dirimu?” Nabi menjawab, “Dia berada di neraka yang dangkal. Kalaulah tidak karena aku, tentu dia di neraka yang paling bawah.”

Siapa pun, termasuk Nabi hanya bisa berusaha, menampaikan risalah Islam dan mengajak orang menerimanya, tapi tidak bisa menjamin seseorang dapat menerimanya. Menjadikan seseorang beriman atau tidak adalah otoritas mutlak Allah SWT.

 

sumber : Suara Muhammadiyah

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement