Rabu 03 Apr 2024 23:29 WIB

Kondisi Orang Saleh dan Munafik Berbeda di Alam Kubur, Seperti Apa?

Alam kubur merupakan kehidupan penantian panjang.

Ziarah kubur. Alam kubur merupakan kehidupan penantian panjang
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ziarah kubur. Alam kubur merupakan kehidupan penantian panjang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perbedaan akan mencolok antara antara orang yang benar-benar saleh dan orang munafik kelak di alam kubur. Seperti apakah perbedaannya?

Bagi orang yang saleh, alam kubur adalah waktu yang sangat singkat kendati secara hitungan dunia ia meninggal telah lama. Apa sebabnya? Karena selama di dalam kubur, orang-orang saleh mendapatkan kenikmatan kubur setelah berhasil menjawab pertanyaan para malaikat.

Baca Juga

Bahkan, diibaratkan keadaan orang saleh yang berada di alam kubur itu seperti tidurnya pengantin. Sehingga yang dirasakan adalah waktu yang singkat menuju ke hari kebangkitan. 

Ini berbeda dengan orang munafik. Ia menanti datangnya hari kebangkitan dengan keadaan dirinya mendapat azab kubur. Sehingga baginya terasa begitu lama dan panjang siksaan yang dialaminya meski secara hitungan dunia ia baru saja meninggal dan dikuburkan. 

Keadaan yang berbeda antara orang saleh dan orang munafik di alam kuburnya ini dipaparkan Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya. 

حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لِأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالْآخَرُ النَّكِيرُ فَيَقُولَانِ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ مَا كَانَ يَقُولُ هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فَيَقُولَانِ قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ هَذَا ثُمَّ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا فِي سَبْعِينَ ثُمَّ يُنَوَّرُ لَهُ فِيهِ ثُمَّ يُقَالُ لَهُ نَمْ فَيَقُولُ أَرْجِعُ إِلَى أَهْلِي فَأُخْبِرُهُمْ فَيَقُولَانِ نَمْ كَنَوْمَةِ الْعَرُوسِ الَّذِي لَا يُوقِظُهُ إِلَّا أَحَبُّ أَهْلِهِ إِلَيْهِ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ وَإِنْ كَانَ مُنَافِقًا قَالَ سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ فَقُلْتُ مِثْلَهُ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ ذَلِكَ فَيُقَالُ لِلْأَرْضِ الْتَئِمِي عَلَيْهِ فَتَلْتَئِمُ عَلَيْهِ فَتَخْتَلِفُ فِيهَا أَضْلَاعُهُ فَلَا يَزَالُ فِيهَا مُعَذَّبًا حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَلِيٍّ وَزَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَالْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ وَأَبِي أَيُّوبَ وَأَنَسٍ وَجَابِرٍ وَعَائِشَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ كُلُّهُمْ رَوَوْا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عَذَابِ الْقَبْرِ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah, Yahya bin Khalaf Al Basri, telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadlal dari Abdurrahman bin Ishaq dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang dari kalian dikuburkan, maka akan datang kepadanya dua Malaikat yang hitam dan kedua mata mereka biru. Salah satunya bernama Munkar dan yang lainnya bernama Nakir. 

Keduanya bertanya: 'Apakah pendapatmu mengenai lelaki ini? Lalu dia menjawab sebagaimana yang pernah dikatakan dahulu: 'Dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya'. Keduanya berkata; 'Kami sudah mengetahui bahwa kamu akan mengucapkan demikian,'. 

Kemudian kuburnya dilapangkan seluas 70 hasta dikali 70 hasta. Lalu diterangi dan dikatakan kepadanya; 'Tidurlah, ' dia berkata; 'Biarkanlah aku kembali kepada keluargaku untuk mengabarkan kepada mereka.' Keduanya berkata; 'Tidurlah seperti pengantin yang tidak dibangunkan kecuali oleh orang yang paling dia cintai', hingga Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya. 

Adapun seorang munafik berkata; 'Aku hanya mendengar orang-orang mengatakanya lalu aku ikut mengatakannya. Aku tidak tahu. Keduanya berkata; 'Kami sudah tahu mengatakan demikian. Lalu dikatakan kepada bumi; 'Impitlah dia!' lantas bumi mengimpitnya hingga persendiannya hancur. Dan dia terus diazab di dalamnya hingga Allah membangkitkan dari tempat tidurnya." 

Hadits semakna diriwayatkan dari Ali, Zaid bin Tsabit, Ibnu Abbas, Barra bin Azib, Abu Ayyub, Anas, Jabir, 'Aisyah dan Abu Sa'id. Semuanya meriwayatkannya dari Nabi SAW mengenai azab kubur. Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah merupakan hadits hasan gharib." 

(HR Tirmidzi nomor 991, hadits ini juga dinukilkan oleh Imam Qurthubi dalam kitab at Tadzkirah, penerbit Maktabah Darul Minhaj, halaman 350-351).

photo
Ziarah kubur (ilustrasi) - (Republika)

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement