Selasa 05 Mar 2024 09:03 WIB

Siksa Kubur Adalah Pasti, Ini Amalan-Amalan yang Menghindarkan darinya Menurut Ibnu Qayyim

Siksa kubur adalah balasan untuk ahli maksiat selama hidup di dunia

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Ilusrrasi siksa kubur. Siksa kubur adalah balasan untuk ahli maksiat selama hidup di dunia
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Ilusrrasi siksa kubur. Siksa kubur adalah balasan untuk ahli maksiat selama hidup di dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Alam kubur adalah alam menunggu peristiwa hisab. Di alam kubur ini, orang mukmin hanya akan diimpit bumi sementara, sedangkan orang kafir akan dihimpit oleh bumi untuk selama-lamanya ia menunggu hari perhitungan.

Seorang ulama, imam, dan mujahid dari kalangan kaum Muslimin, Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengungkapkan beberapa hal yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur. 

Baca Juga

Hal ini disampaikan Ibnu  Qayyim dalam kitabnya yang berjudul Kitab ar-Ruh. Menurut dia, hal pertama yang dapat menyelamatkan manusia dari siksa kubur adalah dengan menghindari semua perkara yang dapat menyebabkan dijatuhkannya siksa kubur.

Salah satu di antara amalan penting bermanfaat yang dapat menghindarkan manusia dari siksa kubur yaitu hendaklah seorang hamba duduk sebentar dengan menyebut nama Allah SWT sebelum tidur guna melakukan muhasabah atas diri sendiri dengan menghitung kembali segala kerugian dan keuntungan yang telah didapat dalam satu hari yang baru saja berlalu.

 

Setelah itu, menurut Ibnu Qayyim, hendaklah seorang hamba memperbaiki tobatnya dengan tobat yang tulus di hadapan Allah SWT, lalu tidur dalam pertobatan itu sembari bertekad untuk tidak mengulangi dosa yang telah dilakukannya apabila nanti dia bangun dari tidurnya.

“Hendaklah seorang hamba melakukan amalan itu setiap malam,” kata Ibnu Qayyim dikutip dari buku berjudul “Rahasia Ruh dan Kematian” terbitan TuRos.

Jika dia mati pada malam itu juga, lanjut Ibnu Qayyim, maka dia mati dalam tobat. Apabila dia terbangun dari tidurnya, dia akan bangun dalam kondisi siap untuk beramal dengan kegembiraan atas ditundanya ajalny,  sampai dia memohon perjumpaan dengan Tuhannya dan berusaha mengetahui apa saja yang telah luput darinya.

Ibnu Qayyim mengatakan, tidak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba selain tobat seperti itu. Terlebih apabila tobat itu diiringi dengan dzikir mengingat Allah SWT serta mengamalkan berbagai sunah yang bersumber dari Rasulullah di saat tidur, demikian terus sampai dia tertidur.

“Siapapun yang Allah inginkan kebaikan bagi baginya, maka Allah pasti akan memberi taufik baginya untuk menuju kebaikan itu. Tidak ada kekuatan kecuali hanya pada Allah SWT,” jelas Ibnu Qayyim.

Baca juga: Amalan Para Nabi yang Langgengkan Nikmat dan Lancarkan Rezeki Menurut Alquran

Selain itu, Ibnu Qayyim juga menyampaikan beberapa hadis yang berasal dari Rasulullah dan berisi mengenai hal-hal yang dapat menyelamatkan seorang hamba dari siksa kubur.

Di antaranya adalah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Ash-Shahih, sebagai berikut: 

عن سلمان الفارسي رضي الله عنه مرفوعاً:رباط يوم وليلة خير من صيام شهر وقيامه، وإن مات جرى عليه عمله الذي كان يعمل، وأُجْرِيَ عليه رزقه، وأَمِنَ الفَتَّانَ

Dari Salman Al Farisi -raḍiyallāhu 'anhu- yang diriwayatkan secara marfū', (Nabi bersabda), "Ribāṭ (berjaga-jaga di garis perbatasan) sehari semalam lebih baik daripada puasa dan salat malam selama satu bulan. Jika ia meninggal dunia maka amalan yang pernah ia lakukan masih tetap mengalir (pahalanya), rezekinya masih tetap diberikan, dan ia aman dari fitnah kubur (pertanyaan Munkar dan Nakir)." (HR Muslim)       

photo
Infografis Adab Ziarah Kubur - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement