Ahad 03 Mar 2024 21:27 WIB

Israel Tunggu Sapi Merah dan Kaitannya dengan Kuil Sulaiman di Balik Robohnya Al Aqsa

Zionis Israel berupaya untuk merobohkan Masjid Al-Aqsa

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Seorang perempuan membaca Alquran dengan latar belakang Dome of Rock, kompleks Masjid Al Aqsa, Palestina.
Foto: republika
Seorang perempuan membaca Alquran dengan latar belakang Dome of Rock, kompleks Masjid Al Aqsa, Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Haikal (kuil) Sulaiman dikenal luas di kalangan orang-orang Yahudi, dan menjadi alasan bagi mereka untuk menguasai Masjid Al Aqsa. Apakah Alquran menjelaskan ihwal Haikal Sulaiman itu?

Tidak ada penyebutan Haikal Sulaiman dalam Alquran, tetapi Alquran menyebut istana yang lantainya dilapisi kaca. Sebagaimana disebutkan dalam Surat An Naml ayat 44, Allah SWT berfirman:

Baca Juga

قِيْلَ لَهَا ادْخُلِى الصَّرْحَۚ فَلَمَّا رَاَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَّكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَاۗ قَالَ اِنَّهٗ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّنْ قَوَارِيْرَ ەۗ قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمٰنَ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ

"Dikatakan kepadanya (Balqis), “Masuklah ke dalam istana.” Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata, “Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca.” Dia (Balqis) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam." (QS An Naml ayat 44)

 

Ayat tersebut menunjukkan tanda keindahan dan mukjizat yang luar biasa. Bahkan Ratu Syeba atau Ratu Balqis, masuk Islam setelah melihat keajaiban tersebut. 

Alquran juga menunjukkan betapa jin-jin tunduk kepada Nabi Sulaiman AS dengan membantu membangun gedung-gedung tinggi yang dia inginkan, sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT.

يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَاۤءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍۗ اِعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا ۗوَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

"Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur." (QS. Saba ayat 13)

Pembangunan tempat ibadah saat itu merupakan pembangunan yang sangat megah, indah dan presisi. Tidak seperti pembangunan bangsa Asiria dan Babilonia pada masa itu. 

Nabi Sulaiman membangun negara yang mampu mencapai kebangkitan budaya secara menyeluruh, termasuk bangunan arsitektur terunggul dan terkenal pada masa itu.

Adapun dugaan keberadaan Haikal Sulaiman, dan teks-teks yang digambarkan oleh para penulis sejarah Yahudi bahwa letaknya ada di Masjid Al Aqsa, adalah murni rekayasa dan pemalsuan fakta. Ada kontradiksi yang jelas dalam penuturan kitab-kitab yang berbicara tentang Kuil Sulaiman.

Narasi yang bergulir sejak awal tentang letak keberadaan Kuil Sulaiman tidak bisa dipercaya. Narasi tersebut tidak bisa dipercaya bukan hanya karena tidak bersumber dari wahyu ilahi, melainkan juga karena ada banyak perbedaan pendapat di antara para sarjana Yahudi dan para rabi mereka terkait lokasi Kuil Sulaiman. Ini menjadi bukti kuat bahwa Kuil Sulaiman adalah dusta dan mitos.

Dalam buku Al Quds Al Tarikh Al Mushowwir, disebutkan bahwa keberadaan Masjid Al Aqsa jauh sebelum disangka Bait Suci merupakan salah satu bukti sejarah terkuat yang membantah klaim kaum Yahudi dan mengungkap kredibilitas visi Islam mengenai hak umat Islam atas Masjid Al-Aqsa dan Palestina.

Sejak abad ke-19

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement