Senin 26 Feb 2024 23:02 WIB

Ingin Buang Air Kecil atau Besar? Perhatikan Beberapa Catatan Imam Al Ghazali Ini

Islam mengatur adab saat membuang hajat.

Rep: Rahmat Fajar / Red: Nashih Nashrullah
Toilet Pria (ilustrasi). Islam mengatur adab saat membuang hajat
Foto: Republika/Musiron
Toilet Pria (ilustrasi). Islam mengatur adab saat membuang hajat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Membuang hajat merupakan aktivitas tubuh manusia yang tidak bisa dihindari. Sebab jika hajat itu tidak dibuang dari dalam tubuh maka akan menyebabkan penyakit. Namun dalam Islam ada adab yang mesti dijalankan sebagai orang mukmin.

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali dalam buku Rahasia-Rahasia Di Balik Thahara menjelaskan tentang adab-adab ketika membuang hajat. Adab-adab tersebut antara lain menjauh dari pandangan orang lain di tempat terbuka. Menutup dirinya dengan penutup.

Baca Juga

Kemudian jangan membuka aurat sebelum tiba di tempat membuang hajat. Dan juga tidak sepatutnya orang yang membuang hajat menghadap matahari dan bulan. Hendaknya orang yang membuang hajat tidak menghadap kiblat atau membelakanginya kecuali ada di dalam sebuah bangunan.

Al Ghazali menambahkan, akan lebih baik membuang hajat di suatu tempat. Serta tidak kencing di air yang tidak mengalir atau di bawah pohon yang berbuah dan di atas batu. Lalu adab berikutnya yaitu menghindari kencing pada benda yang keras serta menghindari kencing di tempat berhembusnya angin agar terhindari percikan air kencing.

 

Kemudian dianjurkan agar mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke tempat buang hajat dan kaki kanan saat hendak keluar. Dan anjuran agar tidak kencing berdiri juga bagian dari adab membuang hajat.

Al Ghazali juga mengatakan agar tidak kencing di tempat cucian. Sebab Rasulullah bersabda, "Kebanyakan was-was itu berasal dari situ."

Membaca doa masuk dan keluar dari tempat buang hajat juga bagian dari adab yang hendaknya dilakukan. Mengingat nama Allah ketika henda masuk dan keluar tempat membuang hajat. Selain itu hendaknya tidak mandi di tempat pembuangan hajat atau WC.

Baca juga: Alquran Sebut Langit Tercipta Hingga 7 Lapisan, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Selanjutnya dianjurkan agar berdehem setelah setelah selesai kencing. Lalu mengurut dzakarnya dan memutarkan tangannya di bawah pangkal buah pelirnya. Jika merasa ragu atas keluarnya kencing hendaklah ia menyiramkan air pada dzakarnya dari atas celananya

Membuang hajat akan membatalkan wudhu'. Maka dari itu seseorang harus suci terlebih dahulu sebelum berwudhu' baik suci dari hadats kecil ataupun besar. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement