Kamis 08 Feb 2024 19:34 WIB

Pesan Isra Miraj: Berdialog dengan Makhluk Langit Lewat Takbir

Perintah sholat jangan hanya dimaknai sebagai rutinitas tanpa ruh.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Baitul Maqdis
Baitul Maqdis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peristiwa Isra Miraj jangan hanya dimaknai sebagai peringatan tahunan dalam sejarah saja. Umat Islam perlu juga menyadari makna sholat dan mengapa perlu khusyuk dalam mengerjakannya.

Pakar ilmu Alquran KH Ahsin Sakho mengingatkan perintah sholat kepada umat Islam jangan hanya dimaknai sebagai rutinitas tanpa ruh. Dari 17 rakaat dalam shalat lima waktu, setidaknya umat Islam akan menyebutkan takbir sebanyak 94 kali dalam sehari.

Baca Juga

Maka yang perlu diingat, beliau menekankan, mengucapkan takbir dan menyebut asma Allah bukanlah kegiatan yang dimaknai sama dengan mengucapkan kalimat lain. Sebab, beliau mengatakan, ketika seorang hamba tengah mendirikan sholat maka perlu baginya untuk mengingat bahwa ia tengah berdialog dengan orang-orang Langit.

“Bayangkan, kalau seandainya orang itu membayangkan kebesaran Allah SWT, ia akan sadar bahwa betapa dahsyatnya perkara sholat ini. Kita makhluk bumi, kita disaksikan oleh Langit, kita tahu betapa kecilnya kita, dan betapa besarnya Allah SWT. Maka saat mengucapkan takbir, hati pasti bergetar hebat,” kata Kiai Ahsin kepada Republika.

Untuk itu diperlukan sholat secara khusyuk. Peristiwa Isra Miraj yang dihadirkan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW bukanlah peristiwa isapan jempol yang boleh disepelekan. Lebih dari itu, umat Islam perlu mengingat bahwa perintah sholat merupakan kewajiban utama untuk terus mengingat betapa lemahnya seorang hamba di hadapan Allah SWT Tuhan Yang Mahaesa.

Peristiwa Isra Mi'raj...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement