Selasa 16 Jan 2024 17:11 WIB

Pengobatan Ala Zaman Firaun Diterapkan Hingga Kini, Apa Saja?

Ulama Islam membuat resep obat yang dikembangkan ilmu kedokteran modern.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi manuskrip yang menjelaskan pengobatan kuno.
Foto: IRWANSYAH PUTRA/ANTARA
Ilustrasi manuskrip yang menjelaskan pengobatan kuno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cara pengobatan di Mesir kuno disebut lebih maju dan sukses yang melampaui masa itu. Ini dijelaskan dalam Mumarisat Al Thib wa Al Syifa fii Misr Al Qodimah karya dua peneliti, Rosalie David dan Roger Forshaw.

Karya tersebut membawa pendekatan perspektif baru dalam mempelajari praktik pelayanan kesehatan di negeri Firaun ribuan tahun yang lalu. Kedua peneliti dari Universitas Manchester di Inggris itu ingin melihat gambaran pengobatan di Mesir kuno dan metode pengobatan dari perspektif yang berbeda.

Baca Juga

Sistem perawatan pada saat itu mencakup perawatan farmasi, termasuk resep yang terbuat dari mineral, bahan tumbuhan, dan bagian tubuh hewan, serta pembedahan dasar dan perawatan praktis. Seperti membalut anggota tubuh yang patah, dan, pada tingkat lebih rendah, yaitu penyembuhan yang bersifat sihir.

Perawatan tersebut tersedia secara universal untuk pria, wanita dan anak-anak dari semua lapisan masyarakat. Pendekatan universal ini, dikombinasikan dengan sikap pencerahan terhadap kelainan bentuk tubuh, disabilitas dan penyediaan perawatan bagi orang lanjut usia dan orang lemah. Ini adalah sistem komprehensif yang bekerja dengan baik bagi masyarakat Mesir kuno selama lebih dari 3.000 tahun.

 

Rosalie David, yang merupakan profesor emeritus biomedis Egyptology, mengatakan, sistem perawatan kesehatan Mesir telah maju dan sukses, salah satunya karena pengembangan cara-cara inovatif untuk mengobati gigitan ular dan menyelamatkan nyawa.

"Meskipun dipuji secara luas di zaman kuno, pengobatan Mesir kuno ini sering kali kurang dihargai saat ini. Padahal kontribusi pengobatan Mesir kuno terlihat jelas bahkan dalam praktik abad pertengahan dan selanjutnya di Eropa, dan beberapa aspeknya masih ada hingga saat ini dalam pengobatan Barat Modern," tutur David.

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement