Senin 11 Dec 2023 20:28 WIB

Kunci Istri Masuk Surga

Istri dan keturunan merupakan penyejuk mata.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi istri berdoa.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi istri berdoa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejatinya pintu surga sangat terbuka lebar bagi kaum wanita. Dan untuk meraih itu, seorang wanita hanya tinggal taat terhadap suaminya saja. 

Rasulullah SAW telah menjanjikan bagi wanita yang menunaikan kewajibannya, mentaati suaminya dan menjaga dirinya dari maksiat akan masuk surga. Sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda: 

Baca Juga

 إذا صلت المرأة خمسها وصامت شهرها وحصنت فرجها وأطاعت بعلها دخلت من أي أبواب الجنة شاءت

Artinya: Apabila seorang wanita mendirikan sholat lima waktu, berpuasa sungguh-sungguh di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu manapun yang diinginkannya. 

 

Selain itu seorang wanita juga harus menjaga  atau memelihara rumah dan barang-barang milik suaminya. Karena itu wanita itu penjaga rumah dan wali dari suaminya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salah satu tanggung jawab wanita atau istri adalah menjaga rumah suaminya dan anak-anaknya. Seorang istri akan mempertanggungjawabkan atas amanah tersebut di hadapan Allah. 

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: ألا كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته فالإمام الاعظم الذي على الناس راع وهو مسؤول عن رعيته والرجل راع على أهل بيته وهو مسؤول عن رعيته والمرأة راعية على أهل بيت زوجها وولده وهي مسؤولة عنهم وعبد الرجل راع على مال سيده وهو مسؤول عنه ألا فكلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته

Artinya: Abdullah bin Umar r.a. berkata bahwa Rasulullah, SAW telah bersabda, “Ketahuilah: kalian semua adalah pemimpin (pemelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya tentang rakyat yang dipimmpinnya. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawabannya tentang keluarga yang dipimpinnya. Isteri adalah pemelihara rumah suami dan anak-anaknya. Budak adalah pemelihara harta tuannya dan ia bertanggung jawab mengenai hal itu. Maka camkanlah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dituntut (diminta pertanggungjawaban) tentang hal yang dipimpinnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement