Kamis 07 Dec 2023 22:41 WIB

Sebagian Orang Tua Mengira Pukulan dan Kata Kasar Tepat untuk Anak, Padahal Ini Faktanya

Mendidik anak harus dilakukan dengan lemah lembut

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Ibu yang sedang memarahi anak laki lakinya (ilustrasi). Mendidik anak harus dilakukan dengan lemah lembut
Foto: Republika/Musiron
Ibu yang sedang memarahi anak laki lakinya (ilustrasi). Mendidik anak harus dilakukan dengan lemah lembut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebagian orang tua mungkin ada yang beranggapan bahwa kelemahlembutan kepada anak hanya akan membuat anak tersebut memiliki mental yang lembek sehingga, memutuskan untuk mendidik anak dengan cara yang keras, mengeluarkan kata-kata cemooh, dan bahkan sampai memukul. 

Bagaimana Islam memandang hal tersebut? Apa makna kelemahlembutan orang tua kepada anak menurut pandangan Islam? 

Baca Juga

Dr Abdullah Nashih Ulwan dalam 'Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam' (diterjemahkan dari Tarbiyat al-Aulad fil Islam) menjelaskan, beberapa masalah yang sering terjadi adalah orang tua yang memperlakukan anak dengan kejam. 

Misalnya dengan pukulan yang keras dan cemoohan atau perkataan yang kasar, yang selalu menjurus kepada hinaan dan ejekan. Ulwan mengatakan, pola asuh seperti ini justru akan melahirkan perilaku dan akhlak anak yang buruk. "Juga gejala rasa takut serta cemas yang tampak pada tindakan-tindakan anak," jelasnya. 

 

Selain itu, cara pengasuhan anak seperti itu juga bisa mengakibatkan anak meninggalkan rumahnya dengan maksud untuk menyelamatkan diri dari kekejaman dan perlakuan yang menyakitkan. Dampaknya, anak akan menjadi penyakit bagi masyarakat dan menjadi anak yang nakal dan menyimpang. 

Adapun dalam Islam, telah diperintahkan kepada setiap orang yang mempunyai tanggung jawab untuk mengarahkan dan mendidik, terutama para orang tua baik ayah maupun ibu, untuk terlebih dulu memiliki akhlak luhur, sikap yang lemah lembut dan perlakuan kasih sayang. 

"Sehingga anak akan tumbuh secara istiqamah, terdidik untuk berani dan berdiri sendiri, kemudian merasa bahwa mereka mempunyai harga diri, kehormatan dan kemuliaan," tuturnya. Allah SWT berfirman: 

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu..." (QS Ali Imran ayat 159) 

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Asy-Syaikh, Nabi Muhammad SAW bersabda: 

رحم الله والدا أعان ولده على بره "Semoga Allah memberikan kasih sayang (memberikan rahmat-Nya) kepada orang tua yang mendidik anaknya untuk berbakti kepada orang tua." (HR Abi Syaibah, dalam al-Mushannaf) 

Baca juga: Kalimat yang Diulang 31 Kali dalam Surat Ar-Rahman, Ini Deretan Rahasianya

Lebih lanjut, Ulwan menjelaskan, Islam telah memberikan petunjuk bahwa orang tua harus memperhatikan kelemahlembutan, kebaikan, dan keutamaan dalam berbicara maupun berperilaku kepada anak. Sehingga orang tua terhindar dari segala perilaku yang justru dapat menjadikan anak durhaka kepada ayah atau ibunya.

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menyukai kelemahlembutan di dalam seluruh perkara." (HR Bukhari) 

photo
Infografis Tuntunan Nabi Muhammad Ketika Bertemu Anak Kecil - (Republika.co.id)

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement