Jumat 24 Nov 2023 21:41 WIB

Langkah-Langkah Penyucian yang Dilakukan Rasulullah SAW Seusai Taklukkan Makkah

Rasulullah SAW membersihkan Kota Makkah dari unsur syirik.

Rep: Rossi Handayani / Red: Nashih Nashrullah
Ilustarsi kabah Masjdil Haram di Makkah. Rasulullah SAW membersihkan kota Makkah dari unsur syirik
Foto: Anadolu Agency
Ilustarsi kabah Masjdil Haram di Makkah. Rasulullah SAW membersihkan kota Makkah dari unsur syirik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mengembalikan kesucian kota Makkah pada hari kedua peristiwa Fathu Makkah. Beliau ﷺ menjelaskan hal-hal yang dilarang usai kesuciannya. 

Seperti dikutip dari Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah ﷺ disarikan dari kitab ar-Rahiq al-Makhtum, pada hari kedua keberadaannya di Makkah, Rasulullah ﷺ kembali berpidato dan menyatakan kesucian kota Makkah.

Baca Juga

Tidak boleh ada pertumpahan darah di sana, tumbuhannya tidak boleh ditebang, binatang buruannya tidak boleh diburu, rerumputannya tidak boleh dicabut serta tidak boleh memungut barang yang jatuh kecuali untuk diumumkan. 

Ketika Rasulullah ﷺ sedang berdoa di Shafa seraya mengangkat kedua tangannya, kaum Anshar berbisik-bisik di antara mereka: 

 

“Tahukah kalian, sesungguhnya Rasulullah ﷺ akan menetap di sini jika negerinya telah ditundukkan dan buminya telah dibebaskan untuknya?”. 

Rasulullah ﷺ yang mendengar bisik-bisik tersebut segera bertanya tentang apa yang mereka bicarakan. Mulanya mereka tidak mau menjawab, namun akhirnya mereka menyampaikan hal tersebut. Maka Rasulullah ﷺ menenangkan mereka dengan bersabda, “Hidup dan matiku adalah akan berada di tempat hidup dan matinya kalian.”  

Setelah Allah SWT menundukkan kota Makkah di tangan Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin, maka jelaslah kebenaran bagi penduduk Makkah dan mereka sadar bahwa tidak ada jalan keselamatan kecuali Islam.

Baca juga: Syekh Isa, Relawan Daarul Quran di Gaza Syahid Sekeluarga dan Kisah Putri Dambaannya

 

Akhirnya mereka tunduk dan menyatakan baiat kepada Rasulullah ﷺ dan menyatakan kepatuhan dan ketaatannya kepada Rasulullah ﷺ. 

Rasulullah ﷺ tinggal di Makkah selama 19 hari. Selama itu beliau memperbarui kembali rambu-rambu Islam, menyerukan manusia kepada petunjuk dan taqwa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement