Selasa 21 Nov 2023 19:40 WIB

Ini yang Dilakukan Malaikat dan Alat yang Digunakan untuk Ahli Maksiat di Alam Kubur 

Malaikat Munkar dan Nakir akan siksa ahli maksiat di alam kubur

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Alam kubur (ilustrasi). Malaikat Munkar dan Nakir akan siksa ahli maksiat di alam kubur
Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Alam kubur (ilustrasi). Malaikat Munkar dan Nakir akan siksa ahli maksiat di alam kubur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Malaikat Munkar dan Nakir tak segan-segan menyiksa orang-orang yang tak dapat menjawab pertanyaan mereka di alam kubur. Ada riwayat yang menjelaskan bahwa malaikat Munkar dan Nakir memiliki palu yang digunakan untuk memukul orang-orang yang tidak bisa menjawab pertanyaan mereka.  

Dengan palu itu, Malaikat Munkar dan Nakir memukul ahli maksiat itu tujuh kali hingga pukulan itu membuat orang tersebut tembus ke bumi ketujuh. Setiap kali tak tampu menjawab pertanyaan, maka ahli maksiat itu akan dipukul lagi. Begitulah siksa yang akan diterima ahli maksiat di alam kuburnya.   

Baca Juga

وأما الفاجر فيقولان له: من ربك ؟ فيقول: لا أدري ، فيقولان له: لا دريت ، ولا عرفت ، ثم يضربانه بتلك المقامع حتى يتجلجل في الأرض السابعة ، ثم تنفضه الأرض في قبره ، ثم يضربانه سبع مرات ، ثم تفترق أحوالهم . 

Artinya: “Dan adapun orang-orang yang suka berbuat kemaksiatan, maka akan bertanya kedua malaikat (Munkar dan Nakir) kepada orang tersebut, 'Siapa Tuhanmu?' Orang itu menjawab, 'Aku tidak tahu.' Maka kedua malaikat itu berkata kepadanya, 'Engkau tak tahu dan tak mengenal Tuhanmu?' Kemudian dua malaikat itu memukulnya dengan palu hingga ia masuk sampai bumi yang ketujuh, lalu goncangan bumi runtuh, lalu dia dipukul tujuh kali sehingga tulangnya hancur lebur.” (Lihat kitab at-Tadzkirah karya Imam Qurthubi penerbit Maktabah Darul Minhaj halaman 356).

 

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa dua malaikat ini memperlakukan orang yang ingkar dan banyak dosa dengan sangat kasar. Di dalam kubur itu, orang yang ingkar dan banyak dosa akan diperlihatkan keadaan neraka yang akan menjadi tempatnya kelak setelah kiamat. 

Mereka amat ketakutan saat di alam kubur karena diperlihatkan di dalam neraka itu ada beragam siksa yang akan menimpanya seperti adanya kalajengking hingga buah zaqqum yang akan menjadi makannya.  

أنهما يفتحان له بابا إلى النار ، فينظر إلى حياتها ، وعقاربها ، و سلاسلها ، و أغلالها ، وحميمها وجميع غمومها ، وصديدها ، وزقومها فيفزع. 

Artinya: “Malaikat Munkar dan Nakir membukakan pintu neraka (memperlihatkan keadaan neraka) bagi ahli kubur. Sehingga ahli kubur itu bisa melihat keadaan di dalam neraka yang di dalamnya terdapat kalajengking , rantai dan belenggu, air yang mendidih dan segala kesedihannya serta terdapat nanah di dalamnya dan buah zaqqum (makanan ahli neraka) maka ahli kubur itu ketakutan.” (Lihat kitab at-Tadzkirah karya Imam Qurthubi penerbit Maktabah Darul Minhaj halaman 355)

Baca juga: Sungai Eufrat Mengering Tanda Kiamat, Bagaimana dengan Gunung Emasnya?

Di alam kubur, orang-orang kafir disiksa habis-habisan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Mereka tak bisa menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Sehingga setiap kali mereka tak bisa menjawab, maka malaikat memukul ahli kubur itu.

Pukulan yang begitu keras itu sampai membuat nyala api di dalam kubur orang kafir itu. Api itu terus menyambar-nyambar orang kafir itu hingga hari kiamat. 

: فإن كانت عقيدته مختلفة امتنع أن يقول: الله ربي ، وأخذ غيرها من الألفاظ ، فيضربانه ضربة يشتعل منها قبره نارا ثم تطفأ عنه أياما ، ثم تشتعل عليه أيضا ، هذا دأبه ما بقيت الدنيا ، 

Artinya: “Dan apabila memiliki akidah yang berbeda maka dia tidak bisa berkata 'Allah Tuhanku' dan kata-kata lainnya. Karena itu, dua malaikat itu memukulnya dengan satu kali pukulan sehingga menyala api di dalam kuburnya. Terkadang api itu pada beberapa hari kemudian menyala lagi. Keadaan inj terus-menerus menimpanya selagi dunia masih ada(sampai kiamat).” (Lihat kitab at-Tadzkirah karya Imam Qurthubi penerbit Maktabah Darul Minhaj halaman 355).  

photo
Infografis Adab Ziarah Kubur - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement