Rabu 15 Nov 2023 14:47 WIB

Kisah Yahudi Pindah dari Eropa Lalu Merampas Desa Umm Khaled di Palestina 

Desa Umm Khaled dirampas oleh Yahudi dari Eropa.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Yahudi Israel (ilustrasi)
Foto:

Proses penyelesaian pembangunan itu dimulai pada masa Mandat Inggris, pada tahun 1928. Untuk membangun kota Netanya, anggota organisasi Bani Benjamin itu membeli atau merampas tanah dari Desa Umm Khaled. Namun informasi ini sendiri masih diperdebatkan.

Pada 18 Februari 1929, lima pemukim Yahudi pertama pindah untuk tinggal di Desa Umm Khaled. Desa tersebut dibajak dan ditanami untuk pertama kalinya. Perluasan wilayah oleh orang-orang Yahudi berlanjut hingga Revolusi Buraq, yang menyebabkan perluasan tersebut terhenti selama beberapa tahun.

Namun penghentian ini berlangsung singkat. Setelah itu pembangunan kota Netanya untuk ditinggali orang-orang Yahudi, kembali dilakukan. Pada tahun 1930, jumlah pemukim di sana mencapai 300 orang Yahudi. Berdirilah taman kanak-kanak, pertokoan, dan sekolah pertama bagi orang-orang Yahudi.

Desa Umm Khaled kemudian diubah menjadi tujuan wisata mulai tahun 1933, setelah hotel pertama dibangun di sana. Wilayahnya juga dimekarkan menjadi tiga bidang, yaitu pesisir, pertanian, dan pemukiman.

Pertumbuhan kota meningkat seiring dengan meningkatnya kedatangan imigran ilegal dari Eropa ke Palestina, melalui pelabuhan Haifa, tempat mereka diangkut ke Desa Umm Khaled. Mereka kemudian diberi perumahan dan kesempatan kerja setelah dibukanya pabrik dan peternakan besar di wilayah tersebut.

Lingkungan Ein Hachlit didirikan di Netanya pada tahun 1937, setelah memperluas kota, yang tidak terbatas pada desa Umm Khaled saja. Lingkungan itu terhubung ke jalan Haifa dan Tel Aviv. Mulai tahun 1940, dewan lokal pertama kota ini dibentuk dengan persetujuan Mandat Inggris. Ovid Ben-Ami ditunjuk sebagai presiden.

Sebuah pemukiman baru yang disebut "Nifa" didirikan, kemudian menjadi lingkungan kota, beberapa tahun sebelum Nakba. Pada peristiwa Nakba 1948, terjadi proses pengusiran masyarakat asli Palestina dari rumahnya, menuju kamp pengungsian.

Pada akhirnya, semua yang tersisa di Desa Umm Khaled diduduki pada 20 Maret 1948 oleh kelompok zionis Israel. Zionis menyebut ini sebagai operasi pembersihan dataran pantai dari orang-orang Arab.

Penduduk desa Umm Khaled berpegang teguh pada tanahnya dan berjuang mempertahankan tanahnya. Namun mereka diserang dengan serangan yang semakin intensif. Apalagi desa tersebut dipenuhi dengan pemukiman Yahudi yang didirikan dalam bentuk kota Netanya.

Para pemimpin Zionis menganggapnya sebagai tanah milik mereka, dan merupakan bagian integral dari negara Yahudi Israel yang baru. Rumah-rumah tua di Desa Umm Khaled dieksploitasi oleh penjajah Israel untuk dijadikan sebagai gudang perusahaan Israel.

Sementara lahan pertanian dieksploitasi untuk menanam pohon jeruk. Beberapa koloni Yahudi lainnya diintegrasikan ke dalam wilayah kota yang didirikan oleh penjajah Israel selama periode Mandat Inggris.

Saat ini, luas kota Netanya setara dengan 29 kilometer persegi. Ada lebih dari 208 ribu orang yang tinggal di sana, menurut statistik tahun 2015.

Desa Umm Khaled berubah menjadi kota wisata di wilayah pendudukan Israel lewat pertumpahan darah. Proyek wisata terbesar dibangun di sana oleh penjajah Israel. Kota Netanya kini dihuni oleh sebagian besar orang Yahudi berbahasa Inggris karena imigrasi mereka dari Inggris, Amerika Serikat dan Kanada.

Sumber:

 

https://arabicpost.net/%d8%ab%d9%82%d8%a7%d9%81%d8%a9/2023/11/12/%d9%86%d8%aa%d8%a7%d9%86%d9%8a%d8%a7-%d8%a3%d9%85-%d8%ae%d8%a7%d9%84%d8%af/

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement