Selasa 14 Nov 2023 13:05 WIB

Raja Faisal, Penguasa Arab yang Berani Embargo Minyak ke Pendukung Israel

Raja Faisal meninggal dibunuh oleh keponakannya sendiri yang baru pulang dari AS.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
 Raja Faisal, Penguasa Arab yang Berani Embargo Minyak ke Pendukung Israel. Foto:  Bendera Arab Saudi
Foto:

Selama pemerintahannya,  Raja Faisal telah memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan Kerajaan dan dalam mengambil alih kekuasaan negara menuju fase baru kemajuan dan kemakmuran. Raja Faisal mendirikan Universitas Perminyakan dan Mineral Raja Fahd dan Universitas Raja Faisal dan meluncurkan banyak proyek kesejahteraan lainnya.

Pada masanya, Arab Saudi juga membeli saham perusahaan Amerika di Aramco. “Pembelian saham perusahaan asing yang bergerak di sektor minyak, termasuk Aramco, adalah gagasan Raja Faisal. Dia mengusulkan gagasan partisipasi, bukan nasionalisasi. Ia menentang gagasan nasionalisasi, tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi dan ilmu pengetahuan tetapi juga aspek moral. Setelah kematiannya, Kerajaan membeli seluruh saham perusahaan asing di Aramco," jelas Pangeran Turki. 

Berbicara tentang kedekatannya dengan Raja Faisal, Pangeran Turki mengatakan: “Saya mendapat kehormatan bekerja dengan Raja Faisal sebagai penasihat di Istana Kerajaan dalam dua tahun terakhir hidupnya pada pertengahan tahun 1970-an. Sebagai wakil kepala kantor komunikasi eksternal, saya biasa menyampaikan pesan dari raja kepada para pemimpin dunia."

Pangeran Turki menambahkan, Raja Faisal juga selalu meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama anggota keluarganya di Riyadh dan Jeddah. “Selama pertemuan kami, kami membahas peristiwa penting terkini, masalah politik dan budaya,” ucap dia.

Pencapaian Raja Faisal yang paling penting adalah pengabdiannya kepada ayahnya selama penyatuan Kerajaan. Ia juga menjadi wakil raja di Hijaz selama beberapa tahun. Dia melayani saudaranya Raja Saud dengan memegang berbagai posisi seperti perdana menteri, wakil perdana menteri dan menteri luar negeri. 

Saat menjadi menteri luar negeri, Raja Faisal pun selalu menunjukkan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina. Sehingga, dia pun dianggap sebagai 'advokat global' untuk hak warga Palestina.

Raja Faisal bekerja untuk memperkuat persatuan rakyat Saudi. Dia membantu ayahnya ketika dia menghadapi tantangan berbeda selama dan setelah unifikasi. Dia juga belajar bagaimana menghadapi ekstremisme dan pengaruh komunisme. Raja Faisal berhasil membawa negara ini melalui peristiwa-peristiwa yang penuh gejolak. 

Raja Faisal adalah penguasa Saudi pertama yang memperkenalkan rencana pembangunan lima tahun pada 1970. Menurut Pangeran Turki, Raja Faisal juga telah berupaya untuk pembebasan negara-negara Arab dan Islam dari kolonialisme.

“Pada saat berdirinya Arab Saudi pada tahun 1932, hanya ada dua negara merdeka di dunia Arab: Arab Saudi dan Yaman. Semua negara Arab lainnya dari timur hingga barat merupakan koloni penjajah asing termasuk Prancis dan Inggris," jelas Raja Faisal.

Atas arahan Raja Abdul Aziz, Raja Faisal bekerja sama dengan saudaranya Raja Saud untuk mendukung gerakan pembebasan di negara-negara Arab dan Islam untuk mengakhiri kekuasaan kolonial. 

"Beliau juga memberikan kontribusi besar dalam menetapkan kebijakan dan prinsip untuk mendorong kerja sama regional dan mendirikan Liga Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Arab Saudi juga berpartisipasi dalam Gerakan Non-Blok," kata Pangeran Turki. 

Raja Faisal lahir di Riyadh pada 14 April 1906. Ia adalah putra dari pasangan Abdul Aziz dan Tarfa binti Abdullah Alu Syaikh. Saat lahir, ayahnya masih menjabat sebagai Amir Nejd dan ibunya berasal dari keluarga Alu asy-Syaikh yang menghasilkan banyak ulama di Arab Saudi.

Raja Faisal tewas dibunuh oleh keponakannya sendiri yang baru kembali dari Amerika Serikat, Pangeran Faisal bin Musaid. Ia ditembak di bagian kepala sebanyak dua kali dalam sebuah acara pada 25 Maret 1975. Ia wafat pada usia 68 tahun. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement