Sabtu 11 Nov 2023 12:11 WIB

Ucapan Khalifah yang Mengaku Pengganti Tuhan di Bumi dan Hancurnya Dinasti Abbasiyah

Dinasti Abbasiyah hancur akibat faktor internal dan eksternal

Ambruknya Dinasti Abbasiyah. Dinasti Abbasiyah hancur akibat faktor internal dan eksternal
Foto: dipity.com
Ambruknya Dinasti Abbasiyah. Dinasti Abbasiyah hancur akibat faktor internal dan eksternal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Pada Periode Awal, Dinasti Abbasiyah mendapatkan banyak sekali gangguan terhadap stabilitas pemerintahan. Tapi, itu semua berhasil dipatahkan. Justru popularitas dinasti ini meningkat ketika dipimpin oleh Harun ar-Rasyid (786-809 M) dan putranya, al-Ma'mun (813-833). Tapi, bagaimana setelah kedua khalifah itu mangkat?

Menurut Badri Yatim dalam Sejarah Peradaban Islam, meningkatnya popularitas Dinasti Abbasiyah karena Harun ar-Rasyid dan al-Ma'mun berhasil membangun peradaban Islam dengan gemilang.

Baca Juga

Keduanya mencintai ilmu pengetahun dan kebudayaan. Sehingga, pada masa itu, Baghdad menjadi pusat budaya dan ilmu pengetahuan yang tiada bandingnya.

Akan tetapi, lanjut Badri Yatim, masalah keamanan di provinsi-provinsi luar Baghdad dan perluasan wilayah kurang diperhatikan. Itu kontras dengan Dinasti Umayyah. Ketika itu, Dinasti Umayyah berhasil memperluas wilayah hingga ke India bagian timur dan Spanyol bagian barat.

 

Di wilayah timur, Dinasti Umawiyyah menguasai Khurasan, Afghanistan, sampai ke Punjab. Di wilayah Barat, menaklukkan Aljazair, Maroko, dan menyeberang ke Kordova, Seville, Evilla, dan Toledo di Spanyol.

Bahkan, pada zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz, pasukan Dinasti Umayyah yang dipimpin oleh Abdur Rahman bin Abdullah al-Ghafiqi masuk ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Mereka mencoba menaklukkan Bordeau dan Poitiers, tetapi gagal.

Sedangkan, Dinasti Abbasiyah, sepertinya sudah puas dengan pengakuan dari provinsi-provinsi yang sebelumnya ditaklukkan oleh Dinasti Umayyah. Provinsi-provinsi itu, kecuali Bani Umayyah di Spanyol dan Idrisiyah di Maroko, taat membayar upeti di saat Baghdad masih kuat. Tapi, ketika lemah, mereka menolak membayar pajak, bahkan berani melepaskan diri dari Baghdad.

Baca juga: Pesan Nabi Muhammad SAW untuk Saudara-Saudara Kita di Palestina

Dinasti yang akhirnya melepaskan diri antara lain adalah Thahiriyyah di Khurasan; Shafariyah di Fars; Samaniyah di Transoxania; Sajiyyah di Azerbaijan; Thuluniyah di Mesir; Ikhsyidiyah di Turkistan; Ghazwaniyah di Afghanistan; dan Seljuk di Suriah, Irak, dan Kurdistan.

Menurut Watt dalam buku Politik Islam dalam Lintas Sejarah, keruntuhan Dinasti Abbasiyah sebenarnya mulai tampak pada awal abad ke-9 M. Mungkin, yang dimaksud Watt itu adalah ketika khalifah pengganti al-Ma'mun, yakni al-Mu'tashim (833-842 M), menyewa tentara bayaran dari Turki untuk mengamankan pemerintahannya.

Kebijakan itu menyebabkan keuangan negara menjadi sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar. Dan, pada saat yang sama, sang khalifah sudah tidak lagi punya kekuatan untuk memaksa provinsi-provinsi lain membayar pajak ke Baghdad,

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement