Jumat 06 Oct 2023 08:17 WIB

10 Amalan Agar Bisa Bersama Nabi Muhammad di Surga Firdaus

Muslim berharap dalam kehidupan akhir nanti dapat membersamai Nabi Muhammad.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Surga
Foto: Pixabay
Ilustrasi Surga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muslim berharap dalam kehidupan akhir nanti dapat membersamai Nabi Muhammad ﷺ di surga firdaus. Terdapat beberapa amalan yang dapat dikerjakan muslim agar bisa mendapatkan surga impian tersebut.

Melalui pesan Telegram, Ustadz Najmi Umar Bakkar mengungkapkan 10 Amalan yang bisa dikerjakan agar dapat bersama dengan Nabi Muhammad ﷺ di tingkat surga firdaus.

Baca Juga

10 Amalan Agar Bisa Bersama Nabi Muhammad di Surga Firdaus

1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya

"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka akan bersama-sama (di Akhirat) dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang Shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS.An-Nisaa’ ayat 69)

 

2. Mencintai Nabi Muhammad

"Kami Tidak Pernah bergembira tentang Sesuatu yang melebihi Kegembiraan Kami Terhadap Sabda Nabi ﷺ: "Engkau Akan (Dikumpulkan) bersama Dengan Siapa yang Engkau Cintai". Anas berkata: "Aku Mencintai Nabi ﷺ, Abu Bakar dan Umar. Dan aku berharap akan bersama mereka dengan sebab cintaku kepada mereka, meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka" (HR. Bukhari no. 3688, & Muslim 2639, hadits dari Anas)

3. Melaksanakan rukun Islam serta tidak durhaka kepada kedua orang tua

"Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ lantas ia berkata: "Wahai Rasulullah, aku bersaksi bahwa Tidak ada sesembahan selain Allah, dan sesungguhnya engkau adalah Utusan Allah. Aku shalat lima Waktu, menunaikan zakat hartaku dan berpuasa di Ramadhan". Maka Nabi ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang mati atas dasar ini, maka ia pun akan bersama dengan para Nabi, para shiddiiqiin, dan para syuhada' Pada Hari Kiamat seperti ini sambil mengacungkan dua jari selagi ia tidak durhaka kepada kedua orang tuanya"

(HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibbaan, dari 'Amr bin Murrah al-Juhani, Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 2515)

Selanjutnya...

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement