Senin 02 Oct 2023 12:10 WIB

Fakta Megahnya Makam Imam Bukhari, Dilupakan Uni Soviet Hingga Ada Andil Sukarno

Batu nisan di tengah mausoleum dilapisi onyx biru muda dan bertuliskan ayat Alquran.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Arsitektur di makam Imam Bukhari.
Foto:

Pada 1961, Sukarno mengunjungi makam Imam Bukhari di Samarkand. Permintaan khusus ini disampaikan Sukarno kepada Nikita Khrushchev saat kunjungan resminya ke Uni Soviet. Bagi Uni Soviet yang kala itu menganut paham komunis, tentu tidak mudah menemukan makam Imam Bukhari yang sudah lama terlupakan.

Maka berbagai upaya dilakukan Uni Soviet untuk menemukan makam perawi hadits tersebut dengan mengumpulkan informasi dari orang tua Muslim di sekitar Samarkand. Mausoleum Imam Bukhari berada di bagian tengah kompleks.

Mausoleum Imam Bukhari adalah struktur utama yang mendominasi seluruh kompleks. Di poros tengah kompleks berdiri makam Ismail al-Bukhari berbentuk prisma segi empat, berbentuk bujur sangkar dengan luas alas 9x9 meter, dan tinggi 17 meter.

Kubah mausoleum bergaris ganda dihiasi ubin biru. Dindingnya dihiasi mosaik, majolica, alabaster, onyx dan granit, dengan pola bunga dan geometris. Di tengah makam ada onyx berwarna hijau muda. Batu nisan di tengah mausoleum dilapisi onyx biru muda dan bertuliskan ayat-ayat Alquran.

Pada abad ke-16, sebuah mausoleum kecil dibangun di atas makam Imam Bukhari. Di sampingnya dibangun sebuah masjid. Pada tahun-tahun terakhir hidupnya ia terpaksa meninggalkan Bukhara dan menetap di Khortang. Imam Bukhari mangkat pada 870 dan dimakamkan di desa Khortang, dekat Samarkand.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement