Selasa 12 Sep 2023 16:20 WIB

Lemahnya Teori Evolusi dan Manusia Purba, Adam Manusia Pertama di Bumi Menurut Islam? 

Islam menyatakan manusia pertama di bumi d

Museum Sangiran di Sragen, Jawa Tengah. Salah satu situs arkeologi terlengkap di Asia tersebut saat ini memiliki sekitar 47 ribu koleksi fosil manusia purba.
Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Museum Sangiran di Sragen, Jawa Tengah. Salah satu situs arkeologi terlengkap di Asia tersebut saat ini memiliki sekitar 47 ribu koleksi fosil manusia purba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Ilmu pengetahuan Barat modern tidak mempunyai pinjakan kuat tentang asal-usul manusia, berbeda dengan wahyu yang jelas-jelas menyebutkan manusia pertama adalah Adam. 

Merekapun menyusun suatu landasan teori yang menyebutkan bahwa asal-usul manusia adalah manusia purba. Teori ini diperkuat dengan temuan-temuan fosil manusia purba yang berusia jutaan tahun. 

Baca Juga

Maka muncul dan berkembanglah teori evolusi yang menyatakan asal usul manusia sekarang ini adalah manusia kera, kemudian berkembang menjadi manusia purba dan manusia modern. 

Bagaimana sesungguhnya? Dalam pelajaran sejarah Indonesia kita sering mendapat informasi adanya fosil-fosil Homoerectus yang ditemukan di beberapa lokasi di Jawa yang oleh para arkeolog diperkirakan berumur mulai dari 1,7 juta tahun (Sangiran) hingga 50 ribu tahun yang lalu (Ngandong). 

Terdapat kategori dua subspesies berbeda yaitu Homo erectus paleojavanicus yang lebih tua daripada Homo erectus soloensis. 

Disebutkan bahwa mereka hidup sezaman dengan manusia modern Homo sapiens kurang lebih 50 ribu tahun lalu. Namun demikian hampir semuanya sepakat bahwa nenek manusia bukan manusia model yang fosilnya ditemukan itu.

Para ahli pendukung teori evolusi mengatakan bahwa makhluk itu merupakan missing link (mata rantai yang hilang) dari ras manusia. Namun bagi umat Islam dan para ilmuwan modern, keberadaan fosil manusia purba tidak pernah diakui kebenarannya. 

Para evolusionis (kaum yang menganut paham teori evolusi Darwin) yang memang atheis tidak punya pijakan siapa manusia pertama sehingga berasumsi bahwa manusia yang sekarang ada merupakan perkembangan dari manusia purba. 

Baca juga: 5 Fakta Ini Jelaskan Mengapa Bangsa Romawi Diabadikan dalam Alquran

 

Keberadaan manusia purba, termasuk binatang dinosaurus sudah banyak disangkal oleh para ilmu wan modern. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori manusia purba tidak benar alias tidak pernah ada. 

Selama ini kita mendapatkan pemahaman yang salah yang diberikan pada waktu pendidikan dasar, ditambah dengan rekayasa film ala holywood yang memvisualisasi keberadaan mahlukmahluk di jaman purba, di antaranya Film Jurasic Park. 

Baca juga: Bersyahadat tanpa Paksaan, Mualaf Julianne Froyseth: Islam Agama yang Rasional

Keadaan menjadi bertambah parah tatkala teori tentang manusia purba yang dikemukakan oleh para evolusionis ini diberikan tempat di dalam kurikulum pendidikan dasar kita. Para ilmuwan Barat yang sebagian besar memang menganut teori evolusi memasukkan Australopithecus atau ras kera yang telah punah sebagai ras nenek moyang manusia. 

Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia. Perbedaan ini yang tidak bisa dijelaskan oleh mereka selanjutnya disebut dengan mata rantai yang hilang (missing link). 

Adapun ras manusia primitif menurut mereka, sebenarnya hanya variasi dari ras manusia modern, namun dibesar-besarkan sebagai spesies yang berbeda. Faktanya, tidak ada urutan kronologis seperti itu. 

Banyak yang hidup pada periode yang sama...

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement