Senin 11 Sep 2023 17:50 WIB

Gerakan Sholat Meniru Ritual Yudaisme dan Zoroastrianisme? Ini Jawaban Tegas Pakar

Sholat 5 waktu mempunyai sejumlah keutamaan yang agung

Rep: Imas Damayanti / Red: Nashih Nashrullah
Sholat. Ilustrasi. Sholat 5 waktu mempunyai sejumlah keutamaan yang agung
Foto: Dok. Republika
Sholat. Ilustrasi. Sholat 5 waktu mempunyai sejumlah keutamaan yang agung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ajaran mengenai konsep sholat dalam Islam merupakan perintah dari Allah SWT. Umat Islam wajib mempercayai dan menjalankan ini sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. 

Lalu apakah benar jika ada yang menyebutkan bahwa konsep sholat meniru ajaran Yudaisme dan Zoroastrianisme? 

Baca Juga

Dilansir di About Islam, Senin (11/9/2023), Cendikiawan Islam di Institut Islam Toronto, Ontario, Kanada, Syekh Ahmad Kutty mengatakan, asal usul sholat dalam Islam adalah ilham Illahi yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. 

Adapun Nabi Muhammad SAW adalah seorang ummi (tidak bisa membaca dan menulis dan tidak pernah bersekolah atau belajar dari manusia mana pun). Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al Ankabut ayat 48: 

 

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ “Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Alquran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).”   

Yang artinya, “Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Alquran) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.” 

Syekh Kutty mengatakan, mayoritas mualaf yang masuk Islam berasal dari kelompok Yudaisme, Kristen, dan Zoroastrianisme. 

Ketiga agama tersebut diberi status Ahli Kitab; mereka bebas menjalankan agamanya. Dan bahkan sejarawan Barat yang mempelajari perpindahan agama ke Islam menyimpulkan bahwa perpindahan agama ke Islam terjadi secara bertahap dan damai. 

Maka, kata Syekh Khutty, ketika melihat ritual sembayang agama-agama ahli kitab dan membandingkannya dengan sholatnya orang Islam, maka akan terlihat keunikan dan kekhasan dari sholatnya ajaran Islam. 

Baca juga: 15 Pengakuan Orientalis Non-Muslim Ini Tegaskan Alquran Murni tak Ada Kesalahan

Pertama, gerakan sholat dalam Islam meliputi berdiri, rukuk dan sujud, serta duduk. Hal ini dinilai tidak memasukkan ritual pagan berupa gambar atau api. Adapun adzan dalam Islam juga memiliki keunikan tersendiri. 

Syekh Kutty menyebut, mereka yang mendengarkannya telah mengungkapkan keindahannya dan pengalaman spiritual yang sangat berdampak dan bahkan telah mendorong beberapa orang untuk memeluk Islam.

“Jika Nabi Muhammad meniru hal ini dari orang-orang Yahudi dan Zoroaster, musuh-musuh Nabi yang ingin menggunakan celah apa pun untuk menyerang Islam pasti akan menggunakannya sebagai senjata yang sempurna,” kata dia.

Selain itu, kata Syekh Kutty...

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement