Kamis 17 Aug 2023 11:20 WIB

Perang Paling Sengit dan Berdarah dalam Kehidupan Nabi Muhammad

Perang ini disebabkan karena dibunuhnya utusan Rasulullah oleh pejabat negeri Syam.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Sahabat Nabi
Foto:

Aku bersumpah wahai jiwaku, engkau harus turun ke medan perang

Suka ataupun tidak suka

Jika pasukan sudah menyerang dan pedang sudah berdenting

Mengapa ku lihat engkau enggan terhadap syurga?

Kemudian datanglah anak pamannya membawakannya sepotong daging untuk dia makan sebagai penguat tubuhnya. Dia ambil daging tersebut, lalu dia gigit sekali kemudian dia buang, lalu dia ambil pedangnya dan masuk ke medan perang hingga akhirnya dia gugur.

Setelah syahidnya Abdullah bin Rawahah, seorang sahabat, bernama Tsabit bin Arqam mengambil bendera tersebut, lalu meminta kaum muslimin untuk bersepakat memilih panglima perangnya. Akhirnya pilihan jatuh kepada Khalid bin Walid.

Kecerdikan Khalid bin Walid

Saat itu Khalid bin Walid telah menghabiskan sembilan pedangnya yang patah selama pertempuran, kini di tangannya tinggal sebilah pedang berasal dari Yaman.

Rasulullah ﷺ pada saat itu berdasarkan petunjuk wahyu berkata:

“Zaid membawa bendera, namun dia terbunuh, kemudian bendera diambil Ja'far, diapun terbunuh, lalu Ibnu Rawahah, diapun terbunuh -seraya air matanya bercucuran-, akhirnya bendera diambil oleh pedang Allah, hingga Allah menyelamatkan mereka”.

Walaupun dengan keberanian luar biasa...

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement