Selasa 08 Aug 2023 05:17 WIB

Siapa Orang Pertama Usulkan Hajar Aswad Dibingkai?

Hajar Aswad dilindungi dengan adanya bingkai atau rangka yang terbuat dari perak.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Arab Saudi menyelesaikan penggantian sulaman yang mengelilingi Hajar Aswad Kabah di Makkah, Senin (6/3/2023).
Foto: Saudi Gazette
Arab Saudi menyelesaikan penggantian sulaman yang mengelilingi Hajar Aswad Kabah di Makkah, Senin (6/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Hajar Aswad dilindungi dengan adanya bingkai atau rangka yang terbuat dari perak. Namun pembingkaian atau pembuatan rangka pelindung Hajar Aswad ini tidak serta merta dilakukan dan di baliknya tersimpan kisah sejarah yang menyelimutinya.

Ini berawal pada tahun 60 Hijriyah, ketika Muawiyah bin Abi Sufyan meninggal dunia. Kemudian Abdullah bin Zubair menolak bai'at kepada Yazid bin Muawiyah, yang menggantikan ayahnya (Muawiyah bin Abi Sufyan) sebagai khalifah.

Baca Juga

Lalu pada tahun 64 H, Yazid bin Muawiyah mengepung Makkah karena Abdullah bin Zubair berada di sana. Mereka mengepung Abdullah bin Zubair, melawannya dan menembaknya dengan ketapel. Akibatnya, banyak bagian Ka'bah yang rusak akibat percikan api akibat tembakan tesebut. Atapnya pun hancur.

Setelah itu, Abdullah bin Zubair membangunnya kembali dan dia adalah orang pertama yang membingkai Hajar Aswad dengan perak. Tujuannya adalah untuk melindunginya. Kemudian para khalifah setelahnya, dan juga para saudagar kaya, meneruskan apa yang telah dimulai Abdullah bin Zubair itu.

 

Bingkai perak Hajar Aswad yang terakhir diberikan sebelum berdirinya Arab Saudi sebagai negara, adalah pada tahun 1331 Hijriah. Saat itu kepemimpinan Ottoman dipimpin oleh Sultan Muhammad Rashad Khan.

Di masa awal Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulaziz Al Saud memperbaiki bingkai perak Hajar Aswad. Kemudian, tepatnya pada tahun 1375 Hijriah, Raja Saud mengganti bingkai Hajar Aswad sebelumnya dengan yang lain dari perak murni.

Penanggungjawab atas pergantian tersebut ialah seorang pandai emas di Makkah bernama Ahmad Ibrahim Badr. Dia adalah pembuat pintu Ka'bah dan bingkai Hajar Aswad selama lebih dari 35 tahun.

Putra-putra Raja Abdulaziz melanjutkan perawatan aksesoris Ka'bah. Mereka mengganti bingkai Hajar Aswad yang terbuat dari perak murni itu sebanyak dua kali. Penggantian pertama dilakukan pada masa pemerintahan Raja Khalid bin Abdulaziz Al Saud pada tahun 1399 H.

Adapun penggantian yang kedua yaitu pada tahun 1422 H pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud. Rangka Hajar Aswad terbuat dari perak murni dengan berat sekitar 50 kilogram. Dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk membuat rangkanya saja.

Bingkai Hajar Aswad dibuat di Makkah. Bagian-bagian Hajar Aswad dilapisi dengan zat lilin yang dilelehkan di bawah panas tinggi sehingga berfungsi untuk menyatukan batu-batu tersebut dengan bingkainya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement