Senin 17 Jul 2023 22:40 WIB

Rombak Kabinet dalam Sejarah Islam, Mengapa Umar Bin Khattab Copot Khalid Bin Walid?

Khalid bin Walid dicopot dari jabatannya sebagai panglima.

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Sahabat Nabi (Ilustrasi). Khalid bin Walid dicopot dari jabatannya sebagai panglima oleh Umar bin Khattab
Foto:

Namun, saat Khalid sedang menyusun strategi untuk menggempur Byzantium atau Romawi Timur, datanglah surat perintah agar Khalid menyerahkan jabatannya kepada Abdullah bin Ubaid. 

Khalid yang sedang memimpin rapat tentu tidak langsung membacakan surat perintah dari Khalifah Umar itu. 

Dengan perhitungan bahwa kalau dia menyerahkan jabatan tersebut saat sedang rapat untuk menyerang Byzantium, maka akan terjadi kekacauan. 

Karena itu, dia menyelesaikan rapat tersebut terlebih dahulu. Setelah usul-usulnya diterima dan menjelaskan cara menyerang Byzanitum, barulah Khalid menyerahkan jabatannya sebagai panglima perang kepada Abdullah bin Ubaid. 

Setelah mundur dari jabatannya, Khalid kemudian kembali ke Madinah untuk melapor kepada Khalifah Umar bin Khattab bahwa perintahnya sudah dilaksanakan. 

Setelah itu, Khalid meminta penjelasan lebih jauh kepada Umar terkait pemecatan dirinya tersebut. Dia khawatir ada kekeliruan yang diperbuatnya selama memimpin perang. 

Khalid memang mempunyai kelemahan di bidang tata administrasi dan pembukuan. Kendati demikian, Khalid sendiri meyakini bahwa tidak pernah keliru dalam perhitungan-perhitungan keuangan dari dana perjuangan itu. 

Namun, Umar bin Khattab menegaskan bahwa masalahnya bukan karena itu, melainkan untuk menjaga akidah umat. 

Bagi Umar, Khalid memang pahlawan perkasa yang tak dapat dikalahkan di setiap medan pertempuran. Tapi, akibatnya rakyat mulai menyanyikan lagu pujian untuknya, dan tidak lagi memuji dan memuja Allah SWT semata. 

Umar bin Khattab pun merasa khawatir umat Islam menjadi syirik. Sebagai penanggung jawab, Umar bin Khattab terpaksa harus membuktikan kepada seluruh umat bahwa Khalid hanyalah hamba Allah SWT dan Umar mampu memecat Khalid bin Walid sebagai panglima perang yang masyhur. 

Baca juga: Ketika Kabah Berlumuran Darah Manusia, Mayat di Sumur Zamzam, dan Haji Terhenti 10 Tahun

Setelah mendengar penjelaskan Khalifah Umar bin Khattab, Khalid tersadar dan menerima keputusan Umar bin Khattab itu dengan keikhlasan yang sungguh-sungguh. Khalid pun mundur dari hadapan Khalifah Umar seraya terjun lagi ke medan pertempuran dan maju menyerang musuh, tidak lagi sebagai penglima perang tetapi sebagai prajurit biasa. 

Semua orang pun heran melihatnya, mengapa setelah dipecat Khalid masih mau terjun ke medan perang. Lalu, Khalid berseru, “Aku bertempur dan berjuang tidak karena Khalifah Umar, akan tetapi aku berjuang karena Allah semata!” 

Khalid bin Walid dihormati sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam dan dianggap sebagai salah satu panglima militer terhebat dalam sejarah. 

Pengaruhnya dalam memperluas wilayah kekhalifahan Muslim dan mempertahankan agama Islam sangat dihargai oleh umat Islam.     

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement