Kamis 06 Jul 2023 17:36 WIB

Jangankan Manusia, Nyawa Kutu pun Dicabut Malaikat Maut 

Malaikat Maut tak pernah pandang bulu dalam melaksanakan tugasnya.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
 Jangankan Manusia, Nyawa Kutu pun Dicabut Malaikat Maut. Foto:  Pengetahuan tentang akhirat (ilustrasi).
Foto: Blogspot.com
Jangankan Manusia, Nyawa Kutu pun Dicabut Malaikat Maut. Foto: Pengetahuan tentang akhirat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Malaikat Maut tak pernah pandang bulu dalam melaksanakan tugasnya mencabut nyawa setiap makhluk. Jangankan manusia, makhluk kecil seperti kutu pun tak lepas dari pantauan Malaikat Maut. Ketika telah tiba ajalnya, Malaikat Maut pun mencabut nyawa kutu itu. Sebagaimana dalam kitab at Tadzkirah karya Imam Qurthubi yang menukil sebuah riwayat sebagai berikut: 

وروى سليمان بن مهير الكلابي قال: حضرت مالك بن أنس وأتاه رجل فسأله: أبا عبد الله البراغيث أملك الموت يقبض أرواحها ؟ فأطرق مليا ثم قال: ألها نفس؟ قال: نعم ، قال: ملك الموت يقبض أرواحها. (الله يتوفى الأنفس حين موتها. الزمر: ٤٢) . ذكره الخطيب أبو بكر رحمه الله. 

Baca Juga

Dan diriwayatkan Sulaiman bin Muhair Al Kilabi, dia berkata: aku menemui Malik bin Anas, dan datang seorang lelaki lalu bertanya pada Malik bin Anas :Wahaib Abu Abdullah, apakah kutu dicabut juga rohnya oleh Malaikat Maut? Sesaat Malik bin Anas terdiam, kemudian lelaki itu bertanya lagi: apakah kutu punya nyawa? Malik bin Anas menjawab: Ya. Malik bin Anas lalu berkata: Malaikat Maut yang mencabut rohnya ( Allah yang  memegang jiwa ketika matinya. Surat Az Zumar ayat 42) (Disebutkan oleh Al Khatib Abu Bakar).

Dari keterangan tersebut dapat dipetik hikmah bahwa tak ada makhluk yang abadi hidup di dunia. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Maka sekalipun tinggi kedudukan dan derajat manusia di dunia, tidak dapat menangkal datangnya kematian. 

 

Lebih lanjut Imam Qurthubi menjelaskan bahwa kengerian, ketakutan, kepanikan, mencekamnya, saat roh dicabut dari jasadnya tak bisa terungkapkan oleh kata-kata karena saking dahsyatnya peristiwa tersebut. Sementara riwayat-riwayat yang ada merupakan gambaran atau permisalan yang dekat dengan sebenarnya. 

قال علماؤنا: رحمهم الله تعالى: وأما مشاهدة ملك الموت عليه السلام وما يدخل على القلب منه من الروع والفزع فهو أمر لا يعبر عنه: لعظم هوله ، وفظاعة رؤيته ، ولا يعلم حقيقة ذلك إلا الذي يتبدى له ويطلع عليه ، وإنما أمثال تضرب وحكايات تروى.

Berkata pada ulama kita yang mereka semua dirahmati Allah ta'ala: dan adapun menyaksikan Malaikat Maut, serta kengerian dan ketakutan yang dirasakan dalam hati, maka itu adalah hal yang tak bisa diungkapkan kedahsyatan kengeriannya, dan kengerian melihatnya, dan tidak ada yang mengetahui hakikat itu kecuali hanya yang digambarkan dan atau dengan permisalan yang dekat.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement