Selasa 20 Jun 2023 21:01 WIB

Sunnah yang Ditinggalkan Awal Dzulhijjah, Padahal Dilakukan Abu Hurairah dan Ibnu Umar RA

Bertakbir awal Dzulhijjah juga pernah dicontohkan para sahabat.

Rep: Rossi Handayani / Red: Nashih Nashrullah
Takbir kemenangan (ilustrasi). Bertakbir awal Dzulhijjah juga pernah dicontohkan para sahabat
Foto: AMM
Takbir kemenangan (ilustrasi). Bertakbir awal Dzulhijjah juga pernah dicontohkan para sahabat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan shalih selama awal Dzulhijjah. 

Di antara yang termasuk amalan yang saleh adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak doa. Sunnah bertakbir ini disebut sudah banyak yang meninggalkannya. Dikutip dari buku Meraup Keutamaan Dzulhijjah, Imam Bukhari meriwayatkan bahwa: 

Baca Juga

كان ابن عمر وأبو هريرة يخرجان إلى السوق في أيام العشر يكبران ويكبر الناس بتكبيرهما

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sengaja keluar menuju pasar selama 10 hari pertama Dzulhijjah untuk bertakbir, sehingga orang-orang bertakbir karena mendengar takbirnya mereka berdua (Shahih Al-Bukhari). 

فحديث ابن عباس وابن عمر - رضي الله عنهما - مضطرب فأغلب أسانيده تدور على يزيد بن أبي زياد، وقد اضطرب في إسناده كما تقدم. لكن كثرة ماورد سواء كان مرفوعًا أو موقوفًا أو مقطوعًا يدل أنَّ للتكبير في أيام عشر ذي الحجة أصلًا، لاسيما حديث أنس - رضي الله عنه - وهو في الصحيحين. لذا قال ابن رجب في فتح الباري (9/9): ومِن الناس مَن بالغ وعدَّه مِن البدع، ولم يبلغه ما في ذلك مِن السنة 

Hadits Ibnu Abbas dan Ibnu Umar, di sata memang dari segi periwayatan bermasalah, mayoritas sanadnya bermuara pada Yazid bin Abi Ziyad, tetapi karena banyaknya riwayat tentang takbir 10 Dzulhijjah, maka menguatkannya meski ada yang marfu’, mauquf, dan maqthu’, menunjukkan bahwa takbir yang dilakukan selama 10 hari Dzulhijjah awal mempunyai dalil. Itu mengapa Ibnu Rajab al-Hanbali, dalam Fath al-Bari, menyebut sebagian kalangan ada yang menganggap takbir selama 10 Dzulhijjah adalah adalah bidah, padahal ini adalah bagian dari sunnah.   

Baca juga: Mengapa Tuyul Bisa Leluasa Masuk Rumah? Ini Beberapa Penyebabnya

 

Ini merupakan sunnah yang sudah ditinggalkan banyak orang (sunnah mahjuurah). Adapun Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Allah Azza wajalla berfirman,

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah ber-sama orang-orang yang bertaqwa” (QS At Taubah ayat 36).         

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement