Sabtu 17 Jun 2023 17:17 WIB

Punya Tetangga yang Menyebalkan, Harus Bagaimana? Ini Tuntunan Islam

Islam memberikan tuntunan untuk hadapi tetangga menyebalkan

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi tetangga. Islam memberikan tuntunan untuk hadapi tetangga menyebalkan
Foto: Republika/Musiron
Ilustrasi tetangga. Islam memberikan tuntunan untuk hadapi tetangga menyebalkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Memiliki tetangga yang baik adalah sebuah rezeki, terlepas dari apapun agama, ras, dan sukunya. Tapi sayangnya, banyak dari kita yang justru memiliki tetangga yang menyebalkan, suka menggunjing, dan menyakiti baik dari lisan maupun perbuatannya dan membuat kita harus mengelus dada.

Misalnya saja, banyak curhatan dari teman-teman kita yang tinggal di komplek-komplek rumah padat penduduk. Tidak jarang ulah tetangganya yang menjemur baju di gerbang rumah orang lain tanpa izin, atau menaruh sampah di tempat sampah milik orang lain, memarkir kendaraan di lahan milik orang lain tanpa izin, menjemur kasur di atas mobil orang lain tanpa izin, jika dihadapi dengan kesabaran yang setipis tisu, maka hampir setiap hari mereka harus beradu mulut.

Baca Juga

Dikutip dari buku Nabi Muhammad Sehari-Hari karya Muhammad Ismail Al-Jawisy, di antara akhlak yang diajarkan Rasulullah SAW adalah seseorang hendaknya bersabar terhadap perlakuan tetangga yang terkadang menyakitkan, dan hendaknya perlakuan tersebut dibalas dengan kebaikan, agar hubungan baik sesama tetangga tetap terjaga.

Sebab tetangga ibarat kerabat terdekat kita. Seorang tetangga hendaknya tidak memusuhi tetangganya lainnya, sebisa mungkin dia memaklumi perbuatan yang dilakukan atas dasar ketidaktahuan dan kekhilafan, sebab manusia merupakan makhluk yang dipenuhi kesalahan dan bergelimang dosa. 

 

Rasulullah SAW menjanjikan bagi mereka, yang mampu menahan diri dari membalas perlakuan buruk tetangganya, dengan kehormatan dan posisi yang mulia serta balasan yang besar dari Allah SWT. Dari Ibnu ‘Umar, di berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

اَلْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يُخَالِطُ النَّاسَ ويَصْبِرُ عَلَى أذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ لاَ يُخَالِطُ النَّاسَ وَلاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

“Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar terhadap kejahatan mereka lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar terhadap kejahatan mereka.”

Baca juga: Masuk Islam, Zilla Fatu Putra Umaga Pegulat WWE Ini Beberkan Alasannya yang Mengejutkan 

Bahkan beliau mengingatkan, mereka yang menjauhi kehidupan bertetangga pada hari kiamat akan dimintai pertanggungjawaban. 

Mengasingkan dan memisahkan diri dari kehidupan bertetangga bukanlah akhlak pergaulan dan kehidupan yang diajarkan Nabi Muhammad karena setiap muslim dituntut untuk bisa berlaku baik kepada tetangganya, sehingga ia memperoleh pahala dan ganjaran dari kebaikan tersebut.

Bahkan hendaknya seseorang bisa bersabar dan bertahan terhadap segala perlakuan tetangga yang menyakitkan, hendaknya ia bersabar sehingga tidak menjadi terasing di antara para tetangga. Sehingga akan terbentuklah masyarakat ideal yang didamba-dambakan, yang ditopang oleh sifat kasih sayang dan saling tenggang-rasa. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement