Rabu 14 Jun 2023 16:49 WIB

Apakah Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Sunnah? Ini Jawaban Dar Al-Ifta Mesir 

Beramal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah sangat utama.

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi berpuasa. Beramal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah sangat utama
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi berpuasa. Beramal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah sangat utama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dalam kalender Islam. Ini adalah bulan yang memiliki signifikansi khusus dalam agama Islam, terutama karena berbagai peristiwa penting yang terjadi selama bulan ini.

Setiap datangnya Dzulhijjah, banyak pertanyaan yang muncul tentang hukum puasa pada awal bulan itu, dan apakah Rasulullah SAW benar-benar berpuasa atau tidak?

Baca Juga

Sebagaimana dikutip dari laman masrawy, Lembaga Fatwa Mesir, Dar al-Ifta al-Misriyyah juga menerima pertanyaan tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, dan hukum puasa delapan hari pertama.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Mantan Mufti Agung Mesir dan anggota Dewan Ulama Senior, Syekh Ali Jumah. Dia menjelaskan pendapat hukum tentang puasa 10 hari pertama Dzulhijjah.

 

Dalam fatwanya, Syekh Ali Jumah menekankan bahwa 10 malam Dzulhijjah terkait dengan banyak aturan, tata krama dan amalan baik. Karena, menurut dia, hari itu adalah hari-hari yang mulia dan dicintai, di mana amal kebaikan dilipatgandakan.

Karena itu, pada hari itu banyak umat Islam yang ingin meningkatkan ibadah, dan untuk berbuat banyak amal kebaikan. 

Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai Allah SWT melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini, yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah.

Adapun hukum puasa delapan hari pertama Dzulhijjah, Syekh Ali Jumah telah menegaskan dalam fatwanya di situs resmi Darul Ifta bahwa dianjurkan berpuasa pada delapan hari pertama Dzulhijjah.

Baca juga: Mengapa Tuyul Bisa Leluasa Masuk Rumah? Ini Beberapa Penyebabnya

 

Tapi, menurut dia, bukan karena puasa adalah sunnah, tetapi karena dianjurkan untuk melakukan amalan secara umum pada hari-hari ini, dan puasa adalah salah satu amalan Nabi Muhammad SAW.

“Meskipun Nabi tidak menyebutkan puasa pada hari-hari ini secara khusus, dan beliau juga tidak menganjurkan puasa secara khusus pada hari-hari ini, tapi ini bagian dari amal saleh yang beliau anjurkan, sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas,” jelas Syekh Ali Jumaah. Riwayat Imam Bukhari dari Sayyidina Abdullah ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ

"Tidaklah ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih Allah cintai dari hari-hari ini (maksudnya 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).”

 

Sumber: masrawy    

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement