Kamis 08 Jun 2023 12:22 WIB

Apakah Roh Mukmin yang meninggal akan Bertemu dan Dimana Mereka Berkumpul?

Roh orang-orang mukmin akan berkumpul hingga hari kebangkitan

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Muslim saat melakukan ziarah kubur (ilustrasi). Roh orang-orang mukmin akan berkumpul hingga hari kebangkitan
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Muslim saat melakukan ziarah kubur (ilustrasi). Roh orang-orang mukmin akan berkumpul hingga hari kebangkitan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Setelah meninggal, di manakah roh orang-orang mukmin berkumpul? Apakah merekah akan saling bertemu? 

Jawaban atas pertanyaan ini disampaikan Imam Qurthubi dalam kitab at-Tadzkirah menukil sejumlah riwayat yang menjelaskan tentang adanya satu tempat berkumpul roh-roh mukmin setelah meninggal.  

Baca Juga

Dijelaskan  bahwa setelah seorang mukmin meninggal, roh orang mukmin itu bertemu dengan roh orang mukmin lainnya di satu tempat di langit ke tujuh. 

Tempat itu berwarna putih, di sanalah tempat berkumpulnya roh orang-orang mukmin yang telah meninggal. Lalu roh-roh mukmin itu bertanya kepada roh yang baru datang tentang kabar orang-orang yang masih hidup.  

 

وقال وهب بن منبه : إن لله في السماء السابعة دارا يقال لها البيضاء فيجتمع فيها أرواح المؤمنين، فإذا مات الميت من أهل الدنيا تلقته الأرواح فيسألونه عن أخبار الدنيا كما يسأل الغائب أهله إذا قدم إليهم. ذكره أبو  نعيم.

Berkata Wahab bin Munabih, “Sesungguhnya Allah mempunyai tempat di langit ketujuh, dikatakan bahwa tempat itu warnanya putih, maka berkumpul di dalam tempat itu arwah orang-orang mukmin. Maka apabila ada seseorang meninggal dari ahli dunia, akan bertemu roh itu dengan arwah-arwah lainnya. Maka bertanya arwah orang-orang mukmin kepada roh yang baru itu tentang kabar dunia seperti orang yang hilang ditanya oleh keluarganya ketika kembali pada mereka.” (Riwayat ini disebutkan oleh Abu Nu'aim).  

وعن الحسن البصري رضي الله عنه قال: إذا قبض روح العبد المؤمن عرج به إلى السماء فتلقاه أرواح المؤمنين فيسألونه فيقولون: ما فعل فلان؟ فيقال: أو لم يأتكم؟ فيقولون: لا والله ما جاءنا ولا مر بنا سلك به إلى أمه الهاوية فبئست الأم، وبئست المربية 

Diriwayatkan dari Hasan Al Basri, radhiyallahu anhu, dia berkata,”Apabila telah dicabut roh seorang hamba mukmin, roh itu naik ke langit. Maka roh itu berkumpul dengan arwah orang-orang mukmin, maka arwah-arwah mukmin itu bertanya pada roh tersebut, mereka bertanya, “Apa yang dikerjakan si Fulan? Roh itu menjawab, “Apakah dia belum sampai bersama kalian? Mereka menjawab, “Demi Allah, dia belum datang pada kami, mungkin dia dimasukan ke neraka Hawiyyah seburuk-buruknya tempat.” 

Sementara itu, masih menurut Imam Qurthubi, Orang-orang yang beriman memiliki kerinduan yang besar bertemu dengan Allah SWT. Sebab itu mereka tidak merasakan takut dengan kematian, karena mereka menyadari bahwa kematian adalah gerbang yang harus dilewati agar bisa bertemu dengan dzat yang dicintainya yakni Allah SWT.

Baca juga: Masuk Islam, Zilla Fatu Putra Umaga Pegulat WWE Ini Beberkan Alasannya yang Mengejutkan 

Sebaliknya orang-orang kafir tak menyukai kematian. Kelak ketika ajal telah datang menjemput mereka, mereka berupaya menolak dan menghindar tetapi itu sia-sia saja. 

Dia menukilkan hadits  tentang mengapa orang-orang mukmin sangat rindu berjumpa dengan Allah SWT sedangkan orang-orang kafir tak menyukai berjumpa dengan Allah SWT. 

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه عن النبي ﷺ قال: من أحب لقاء الله أحب الله لقاءه، ومن كره لقاء الله كره الله لقاءه (أخرجه البخارى فى صحيحه). 

Dari 'Ubadah bin Shamit, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang rindu untuk berjumpa dengan Allah, maka Allah lebih rindu lagi untuk berjumpa dengannya. Siapa yang tidak suka berjumpa dengan Allah, maka Allah lebih tak suka lagi berjumpa dengannya.” (HR Bukhari)  Wallahu'alam        

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement