Senin 12 Jun 2023 21:52 WIB

Lima Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Keistimewaan dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah disebutkan dalam syariat.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil
Lima Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah. Foto: Awal bulan baru kalender Hijriyah didasarkan pada pergerakan bulan. Ilustrasi
Foto: .
Lima Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah. Foto: Awal bulan baru kalender Hijriyah didasarkan pada pergerakan bulan. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keistimewaan dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah keistimeewaan yang langsung disebutkan oleh syariat. Dalam buku Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah tulisan Hanif Luthfi disebutkan lima keutamaan 10 hati pertama dzulhijjah di antaranya:

Pertama, Alqur'an secara khusus menyebut hari-hari istimewa tersebut dengan al-Ayyam al- Maklumat (hari-hari yang telah diketahui).

Baca Juga

Imam As Syafi'i menyebutkan bahwa maksud dari hari-hari yang diketahui adalah sepuluh hari yang pertama dari bulan Dzulhijjah itu.

إقال الشافعي) : والأيام المعلومات العشر واجزها يوم الأخر

 

"As-Syafi mengatakan, "Hari-hari yang diketahui adalah sepuluh hari yang akhirnya hari raya kurban."

Ayat yang dimaksud terdapat dalam surat Al- Hajj ayat ke-28. Allah berfirman:

ليشهدوا منافع لهم ويذكروا اسم الله في أيام معلومات

"Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan menyebut (berdzikir) noma Allah di hari-hari yang telah ditentukan...."

Memang para ulama sebenarnya tidak sepakat dalam penafsiran hari-hari yang telah diketahui itu. Ada yang menafsirkan maksudnya adalah hari tasyrik, dan ada juga yang lainnya.

Sejumlah pendapat terkait itu juga disandarkan beberapanya kepada Ibnu 'Abbas. Dan salah satu penafsiran tersebut adalah sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah, dengan memasukkan tanggal sepuluh sebagai hari terakhir. Dan inilah yang menjadi madzhab terpilih Imam As Syafi'i.

Imam Ibnu Katsir menuturkan:

وَقَوْلُهُ: {وَيَذْكُرُوا اسْم الله [ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ على ما رزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأَنْعَامِ قَالَ شُعْبَة [وهشيم]عن أبي بشر عن سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ الْأَيامُ المعلومات أيام العشر، وغلقه البخاري عنه بصفة الجرام به وَيُرْوَى مِثْلَهُ عَن أَبي مُوسَى الأشعري، ومجاهد، وعظاء، وسعيد بن جبير، والحسن، وقتادة، والصُّحاكِ، وَعَطاء الخراساني وابراهيم النخعي وَهُوَ مَذْهَبُ الشافعي والمشهور عن أحمد بن خليل

Dari Syu'bah dan Husyaim, dari Abi Bisyr. dari Said dari Ibnu Abbas, "Hari-hari yang diketahui adalah sepuluh hari (pertama)".. Imam Bukhari mengomentari riwayat ini dengan nada memastikan. Pendapat serupa Juga diriwayatkan dari Abu Musa Al Asy'ari, Mujahid, Qatadah, 'Atha, Saed ibn Jubair, Al Hasan, Dhahak, Atha Al Khurasani, dan Ibrahim An Nakhai. Inilah madzhab As Syafi'i dan pandangan masyhur Imam Ahmad ibn Hanbal.

Inilah salah satu keutamaan yang dimiliki oleh waktu istimewa bemama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Kedua, Dijadikan Sumpah Oleh Allah. sepuluh hari pertama itu dijadikan salah satu

media bersumpah oleh Allah Dalam Surat Al Fajr, Allah berfirman:

وليال عشر

"Dan (demi) malam-malam yang sepuluh" (Al Fajr : 2)

Imam Ibnu Katsir menyebutkan,

والليالي العشر المراد بها عشر ذي الحجة. كما قالَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ، وَابْنُ الزُّبَيْرِ، وَمُجَاهِدٌ، وَغَيْرُ وَاحِدٍمن السلف والخلف

"Dan malam-malam yang sepuluh maksudnya adalah sepuluh (pertama) dari bulan Dzulhijjah, sebagaimana telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibna Zubair, Mujahid, dan selain mereka baik dari kalangan salaf maupun khalaf

Allah bersumpah dengan matahari, bulan. bintang, langit, bumi, dan beragam jenis waktu yang kita ketahui. Biasanya makhluk yang dijadikan sumpah oleh Allah itu ada keistimewannya. Termasuk 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement