Ahad 30 Apr 2023 17:28 WIB

Bolehkah Gabungkan Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Syawal?

Qadha Ramadhan harus didahulukan dari puasa Syawal

Rep: Rossi Handayani / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Berpuasa. Qadha Ramadhan harus didahulukan dari puasa Syawal
Foto: Pixabay
Ilustrasi Berpuasa. Qadha Ramadhan harus didahulukan dari puasa Syawal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seusai Ramadhan, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa sunnah pada Syawal. Namun bolehkah menggabungkan niat mengganti puasa Ramadhan bersama dengan Syawal? Apakah Sah puasanya?

Dikutip dari buku Fikih Bulan Syawal oleh Muhammad Abduh Tuasikal, dalam hal ini dibedakan antara sahnya ibadah dan konsekuensi pahala.

Baca Juga

Pertama, dari sisi sahnya ibadah, siapa yang berpuasa dengan dua niatan, maka puasanya sah. Dia mendapatkan pahala pokok puasa. 

Kedua, dari sisi pahala, dia tidak mendapatkan pahala puasa Syawal (setahun penuh berpuasa) karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyaratkan berpuasa Ramadhan dulu lalu berpuasa Syawal. Dalam Madzhab Syafii, menggabungan dua niat ada beberapa bentuk sebagai berikut.

 

Bentuk pertama, menggabungkan dua niat, yakni niat qadha dan niat puasa enam hari Syawal, maka pahala qadha dan pahala sunnah enam hari Syawal tetap dapat. Demikian ada kesamaan antara pendapat Ar-Ramli dan Al-Haitami.

Bentuk kedua, hanya berniat qadha, sedangkan puasa Syawal diniatkan untuk ditunda setelah qadha, maka pahala yang diperoleh hanya qadha, sedangkan pahala puasa enam hari Syawal  tidak didapatkan. Dalam hal ini, Al-Haitami dan Ar-Ramli bersepakat.

Baca juga: Yang Terjadi Terhadap Tentara Salib Saat Shalahuddin Taklukkan Yerusalem

Bentuk ketiga, hanya berniat qadha, tetapi tidak berniat puasa Syawal setelah qadha, maka pahala yang diperoleh adalah pahala qadha dan mendapatkan pahala puasa sunnah enam hari Syawal sebagai jaminan (dhamnan)

Hal ini karena maksudnya adalah menyibukkan diri dengan puasa pada Syawal. Al-Haitami menyatakan untuk bentuk ini, dia hanya mendapatkan pahala qadha sebagaimana yang diniatkan.

Kesimpulannya, siapa yang menginginkan pahala sempurna seperti puasa setahun penuh, hendaklah dia mendahulukan menunaikan qadha puasa dari puasa Syawal. 

Adapun mengggabungkan niat puasa Syawal dan niat qadha, atau mendahulukan puasa Syawal dari qadha, puasanya sah, tetapi pahala sempurna (puasa setahun penuh) tidaklah diperoleh. Jika ingin mendapatkan pahala puasa setahun penuh, lakukanlah qadha puasa lalu diikuti puasa enam hari Syawal.     

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement