Selasa 11 Apr 2023 05:20 WIB

Apakah Rasulullah SAW Juga Merasakan Pedihnya Sakaratul Maut Saat Itu?

Aisyah RA menyaksikan kondisi Rasulullah SAW ketika sakaratul maut

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Rasulullah
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ketika malaikat Izrail mencabut roh dari jasad, maka seorang hamba akan merasakan rasa sakit yang begitu dahsyat. 

Bahkan sakitnya dicabut nyawa lebih pedih dari tubuh yang terkena tebasan pedang berkali-kali. 

Baca Juga

Jangankan kita sebagai manusia biasa, Rasulullah SAW bahkan merasakan begitu sakitnya sakaratul maut. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan melalui jalur Aisyah radhiyallahu ‘anha: 

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ عُمَرَ بْننِ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ أَنَّ أَبَاا عَمْرٍو ذَكْوَانَ مَوْلَى عَائِشَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَتْ تَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ أَوْ عُلْبَةٌ فِيهَا مَاءٌ يَشُكُّ عُمَرُ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْممَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ فِي الرَّفِيقِ الْأَعْلَى حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ يَدُهُ قَاالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ الْعُلْبَةُ مِنْ الْخَشَبِ وَالرَّكْوَةُ مِنْ الْأَدَمِ

 

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Ubaid bin maimun, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus dari Umar bin Sa'id mengatakan, telah meberitakan kepadaku Ibnu Abi Mulaikah bahwasanya Amru bin Dzakwan pembantu 'Aisyah memberitakan kepadanya bahwa 'Aisyah radliyallahu'anha mengatakan, “Di depan Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam ada kantong kulit atau bejana berisi air, Umar ragu kepastiannya, lalu beliau masukkan kedua tangannya dalam air dan beliau usap wajahnya dengan keduanya dan beliau ucapkan, "Laa-ilaaha-illallah, sungguh kematian diriingi sekarat (pedih), sungguh kematian diriingi sekarat (pedih).” Kemudian beliau julurkan tangannya dan berseru: "Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasihku yang tertinggi." Akhirnya beliau wafat dan tangannya dalam keadaan miring. Abu Ubaidullah mengatakan dengan redaksi 'bejana kayu dan kantung air dari kulit.” (HR Bukhari)  

Baca juga: Yang Terjadi Terhadap Tentara Salib Saat Shalahuddin Taklukkan Yerusalem

 

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا أَغْبِطُ أَحَدًا بِهَوْنِ مَوْتٍ بَعْدَ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ شِدَّةةِ مَوْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Aku tidak iri kepada siapapun atas kemudahan kematian(nya), sesudah aku melihat kepedihan kematian pada Rasulullah.” (HR Tirmidzi 979). Dua hadits ini juga terdapat pada kitab at-Tadzkirah karya Imam Qurthubi bab Sakaratul Maut.    

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement