Ahad 26 Feb 2023 02:00 WIB

Malaikat Jibril Bantu Rasulullah Saat Membangun Masjid Quba

Pada awalnya, kiblat Masjid Quba menghadap Baitul Maqdis.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Umat Islam berkunjung ke Masjid Quba, Madinah, Arab Saudi, Ahad (23/10/2022). Masjid Quba merupakan masjid pertama di dunia yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW pada masa permulaan Islam. Malaikat Jibril Bantu Rasulullah Saat Membangun Masjid Quba
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Umat Islam berkunjung ke Masjid Quba, Madinah, Arab Saudi, Ahad (23/10/2022). Masjid Quba merupakan masjid pertama di dunia yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW pada masa permulaan Islam. Malaikat Jibril Bantu Rasulullah Saat Membangun Masjid Quba

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Quba di Madinah adalah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW. Letak Masjid Quba saat ini berada di sudut perempatan jalan tidak jauh dari jalan baru yang menghubungkan Madinah-Jeddah-Makkah.

Pada awalnya, kiblat Masjid Quba menghadap Baitul Maqdis. Kemudian pada pembangunan kedua, kiblatnya menghadap Baitullah.

Baca Juga

Dalam kisahnya, Malaikat Jibril membantu Rasulullah SAW saat membangun Masjid Quba. Malaikat Jibril membantu memberi petunjuk arah kiblat kepada Nabi Muhammad SWT.

Masjid Quba tepatnya terletak di daerah Quba, desa kecil sekitar lima kilometer sebelah barat daya kota Madinah. Ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, orang-orang pertama yang menyambut kedatangan Rasulullah SAW adalah penduduk Quba.

 

Ketika Nabi bersama pengiring tunggalnya, Abu Bakar As-Siddiq, datang kali pertama ke Madinah dengan berpakaian yang sama-sama putih, masyarakat Quba dan Madinah bingung karena mereka belum mengenal Nabi Muhammad SAW.

Hal tersebut menarik perhatian Abu Bakar untuk menghilangkan keragu-raguan mereka, lantas Abu Bakar langsung memegang selendangnya dan dilindungkan di atas kepala Rasulullah SAW. Dengan demikian, para penjemput mengerti siapa Nabi Muhammad SAW di antara keduanya.

Rasulullah SAW tiba di Quba pada Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun 13 kenabian atau di usia 53 tahun. Menurut keterangan Mahmud Pasya al-Falaki, ulama ahli falak yang terkenal asal Mesir, hari kedatangan Nabi Muhammad SAW di Quba bertepatan dengan 20 September 622 M.

Ketika berada di Quba, Nabi Muhammad SAW menempati rumah Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amir bin Auf. Di Quba inilah Rasulullah SAW mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang dibeli dari Kalsum bin Hadam. Batu pertama diletakkan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri, kemudian berturut-turut diletakkan oleh Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali bin Abi Thalib.

Selanjutnya,pembangunan masjid dikerjakan oleh sahabat Muhajirin dan Ansar sampai selesai. Rasulullah SAW memberi prioritas untuk mendatangi Masjid Quba dan mempunyai kebiasaan mengunjunginya setiap Sabtu. Keutamaan masjid ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW.

Sahl bin Hunaif RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa bersuci (membersihkan diri dari najis dan hadas) di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba dan sholat di dalamnya, ia mendapatkan pahala seperti pahala umroh." (HR Ibnu Majah)

Penjelasan tentang sejarah Masjid Quba ini dijelaskan dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh yang dipublis Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama, 2020.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement