Selasa 21 Feb 2023 14:04 WIB

Nabi Isa dan Dajjal Sama-Sama Bergelar Al Masih, Lantas Apa Bedanya?  

Konotasi gelar Al Masih untuk Nabi Isa dan Dajjal berbeda

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Kisah Nabi Isa. Konotasi gelar Al Masih untuk Nabi Isa dan Dajjal berbeda
Foto: wikipedia
Ilustrasi Kisah Nabi Isa. Konotasi gelar Al Masih untuk Nabi Isa dan Dajjal berbeda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Nabi Isa alaihissalam diberi gelar al Masih. Secara bahasa berasal dari kata masaha yamsahu mashan yang artinya mengusap, menghapus atau pergi. Namun, para ulama berbeda-beda pendapat tentang sebab Nabi Isa alaihissalam dinamai dengan Al Masih. 

Ada yang berpendapat bahwa nama itu disematkan karena Nabi Isa adalah pengembara di bumi. Nabi Isa dinamai Al Masih karena kerap singgah dari satu wilayah ke wilayah lainnya dan tidak menetap di manapun. 

Baca Juga

Namun, ada juga pendapat karena Nabi Isa adalah orang yang mengusap orang yang sakit sehingga sembuh. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Isa tidak mengusap orang yang cacat kecuali sembuh (orang itu dari cacatnya), maka karena itu Nabi Isa dinamai Masih. 

Lainnya berpendapat bahwa disebut Al Masih karena Nabi Isa dibersihkan dengan minyak keberkahan. 

 

Para nabi sebelumnya juga biasa dibersihkan dengan minyak itu, wanginya harum dan jika mengusap dengan itu dia mengetahui bahwa itu adalah nabi. 

Ada juga yang berpendapat bahwa dinamai al Masih karena keindahan rupanya. Sementara Imam Qurtubi dalam tafsirnya mengatakan bahwa dinamai al Masih  karena Nabi Isa disucikan dari dosa-dosa.  

Pendapat lainnya mengatakan bahwa Al Masih itu gelar raja, orang yang mempunyai kekuasaan atau kerajaan kepalanya diusap dengan minyak suci dalam suatu upacara pelantikan.  

Lalu apa bedanya dengan sebutan Al Masih pada Dajjal?

Dalam kitab Bahr al-Madid, Al Masih pada Dajjal bermakna terhapus. Maksudnya adalah salah satu mata Dajjal terhapus, buta yang bagian kanannya bagai buah anggur yang menjorok. Sebagaimana pada riwayat Imam Bukhari, dari Abdullah bin Umar: 

ثُمَّ إِذَا أَنَا بِرَجُلٍ جَعْدٍ قَطَطٍ أَعْوَرِ الْعَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّهَا عِنَببَةٌ طَافِيَةٌ فَسَأَلْتُ مَنْ هَذَا فَقِيلَ الْمَسِيحُ الدَّجَّالُ

Artinya:  "Kemudian tiba-tiba aku bersama seseorang yang rambutnya sangat keriting, matanya buta sebelah kanan seolah-olah buah anggur yang menjorok, maka aku bertanya; ‘Siapakah orang ini?’ Ada jawaban; ‘(dia) Al Masih Ad Dajjal." (HR Bukhari)

Baca juga: Ketika Sayyidina Hasan Ditolak Dimakamkan Dekat Sang Kakek Muhammad SAW

Namun pendapat lain mengatakan bahwa Al Masih pada Dajjal bermakna seluruh permukaan bumi akan terjamah olehnya kecuali Mekah dan Madinah. Kesimpulannya, gelar Al Masih pada Nabi Isa memiliki konotasi yang baik, sedangkan gelar al Masih pada Dajjal berkonotasi buruk. 

Menurut Abu Ubaidah kata Al Masih dikaitkan dengan Dajjal artinya sifat yang buruk, buta mata, demikian menurut Abu Ubaidah. 

Kata Dajjal itu sendiri memiliki arti menarik, menyeret, pendusta, pemalsu, atau seorang yang buta matanya sehingga disebut Dajjal adalah Al Masih yang pendusta. 

Jika dua kata digabung Al Masih Ad Dajjal berarti seorang pendusta atau pembohong. Sehingga suatu saat akan ada orang yang mengaku al Masih seperti al Masih Isa, tetapi berperilaku buruk seperti Dajjal.   

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement