Kamis 16 Feb 2023 14:44 WIB

Cara Wanita Hamil Melaksanakan Puasa

Bagi wanita hamil, ibadah puasa mengikuti kemampuan dan kondisi kesehatannya.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi ibu hamil berpuasa.
Foto: AP/David Goldman
Ilustrasi ibu hamil berpuasa.

REPUBLIKA.CO.ID, ADELAIDE -- Beberapa bulan lagi, Muslim di seluruh dunia akan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Meski merupakan ibadah wajib, namun ada beberapa kategori yang dikecualikan karena masalah kesehatan, termasuk Muslimah yang sedang hamil.

Bagi wanita hamil, ibadah puasa mengikuti kemampuan dan kondisi kesehatannya. Lantas, bagaimana cara mereka mengurangi risiko yang bisa muncul?

Baca Juga

Peneliti Jerman berupaya mengamati gaya hidup ibu selama Ramadhan, untuk menilai apakah pola makan dan adaptasi tidur selama sebulan (terlepas dari dan selain puasa ibu) bisa dikaitkan dengan hasil kesehatan neonatal.

Mereka menemukan, puasa selama trimester pertama (pekan 1 sampai akhir pekan 12) secara signifikan berhubungan dengan penurunan berat badan lahir.  Namun, efek negatif ini hilang ketika asupan lemak harian di luar jam puasa ditingkatkan.

 

“Temuan yang ada menunjukkan asupan makanan selama Ramadhan berpotensi memoderasi asosiasi berat badan saat puasa. Hal ini sangat relevan bagi Muslim hamil yang ingin berpuasa, dan profesional kesehatan mereka, karena pilihan makanan di luar jam puasa seringkali relatif mudah dimodifikasi,” tulis para penulis dalam studi baru di PLOS ONE, dikutip di Cosmos Magazine, Kamis (16/2/2023).

Studi Jerman baru ini telah mensurvei 326 Muslim, yang kehamilannya tumpang tindih dengan bulan Ramadhan pada 2017.

Para penulis lantas menyebut kondisi kekurangan kalori sementara saat puasa dapat menjadi bagian dari puasa intermiten selama kehamilan, yang memengaruhi berat lahir anak.

Makanan dengan kandungan lemak tinggi cenderung memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi. Karena itu, mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah yang lebih banyak dapat membantu mereka mencapai asupan kalori harian yang cukup.

"Selain itu, karena lemak memiliki indeks glikemik rendah, peningkatan konsumsi lemak pada hari puasa dapat membantu menunda timbulnya keadaan fisik yang berbahaya bagi janin," lanjut mereka.

Para peneliti juga mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi peran nutrisi dan kelompok makanan tertentu. Sehingga, rekomendasi khusus pilihan diet bagi Muslim hamil yang ingin berpuasa selama Ramadhan dapat dikembangkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement