Rabu 15 Feb 2023 06:50 WIB

Resep Amalan Hati Ini Menjadi Salah Satu Benteng Selamat dari Godaan Setan

Setan akan menggoda umat manusia dengan segala daya dan upayanya

Rep: Rossi Handayani / Red: Nashih Nashrullah
Beribadah dengan ikhlas. (ilustrasi) Setan akan menggoda umat manusia dengan segala daya dan upayanya
Foto: Ajit Solanki/AP
Beribadah dengan ikhlas. (ilustrasi) Setan akan menggoda umat manusia dengan segala daya dan upayanya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setan tidak hentinya menggoda manusia untuk mengikuti mereka ke jalan kesesatan. Untuk itu manusia harus terus berupaya agar terhindar dari godaannya.

Dikutip dari buku Tazkiyatun Nafs, seorang hamba hanya akan selamat dari godaan setan dengan keikhlasan. Allah ﷻ berfirman, mengungkapkan pernyataan Iblis:

Baca Juga

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ “Kecuali hamba-hambaMu yang selalu ikhlas” (QS Shad ayat 83).

Diriwayatkan, seseorang yang salih berkata kepada dirinya sendiri, “Wahai diri, Ikhlaslah, maka kamu akan selamat!"

 

Apabila suatu amal telah tercampuri oleh harapan-harapan duniawi, yang disenangi oleh diri dan hati manusia, sedikit ataupun banyak, maka, sungguh, kejernihan amal itu telah tercemari. Hilang pulalah keikhlasan. 

Padahal kebanyakan manusia terlena dalam harapan-harapannya dan juga syahwatnya. Hampir tidak ada suatu amalan atau ibadah yang dilakukan seseorang, bisa benar-benar bersih dari harapan-harapan yang sebenarnya tidak berharga ini.

Itulah sebabnya ada pepatah, "Barangsiapa yang sesaat dari umurnya telah dengan ikhlas, hanya mengharap wajah Allah, pastilah dia akan selamat." 

Ikhlas adalah membersihkan hati dari segala kotoran sedikit ataupun banyak, sehingga tujuan dari taqarrub benar-benar murni karena Allah Azza wa Jalla, bukan yang lain. 

Hal ini hanya akan datang dari seseorang yang mencintai Allah Azza wa Jalla dan menggantungkan seluruh harapannya di akhirat. 

Tidak tersisa tempat di hatinya untuk mencintai dunia. Bila dia makan, minum, ataupun membuang hajat, semuanya dikerjakan dengan ikhlas dan dengan niat yang benar. 

Sedangkan yang bisa berbuat tidak demikian, sesungguhnya pintu ikhlas tertutup rapat baginya, kecuali sedikit saja.

Seseorang yang dipenuhi kecintaan kepada Allah ﷻ dan akhirat pasti seluruh aktivitas hariannya merupakan cerminan dari cita-citanya, sehingga keseluruhannya dilakukan dengan ikhlas. 

Begitu juga dengan orang yang telah dikalahkan gemerlap dunia, derajat, pangkat dan segala sesuatu selain Allah Azza wa Jalla, seluruh aktivitasnya pun merupakan cerminan dari harapan-harapannya. Tidak ada sholat, puasa atau ibadah lain, yang dikerjakan dengan ikhlas.    

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement