Rabu 01 Feb 2023 19:52 WIB

3 Kondisi Ketika Iblis dengan Mudah Kalahkan Manusia yang Dibeberkan ke Nabi Musa

Iblis akan menggoda umat manusia dan menyesatkan hingga jadi pengikutnya

Rep: Fuji E Permana / Red: Nashih Nashrullah
Beribadah menjaga diri dari godaan iblis. (ilustrasi) Iblis akan menggoda umat manusia dan menyesatkan hingga jadi pengikutnya
Foto: Ajit Solanki/AP
Beribadah menjaga diri dari godaan iblis. (ilustrasi) Iblis akan menggoda umat manusia dan menyesatkan hingga jadi pengikutnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Said bin Al-Musayyab termasuk tabiin dan ulama ahli hadits serta ahli fiqih. Dia mengatakan bahwa Allah SWT tidak mengutus seorang Nabi, melainkan tidak merasa aman dari gangguan iblis yang merusaknya melalui perantara seorang wanita.

Fudhail bin Iyadh seorang cendekiawan Muslim. Dia menceritakan, sebagian syekh kami memberitahukan bahwa iblis yang dilaknat Allah SWT mendatangi Nabi Musa alaihissalam saat beliau sedang bermunajat kepada Allah SWT. 

Baca Juga

Seorang malaikat berkata kepada iblis, “Celaka kamu, apa yang kamu harapkan dari Musa selagi dia sedang bermunajat kepada Rabb-Nya." 

Iblis menjawab, “Aku mengharapkan darinya seperti yang kuharapkan dan bapaknya Adam saat dia berada di surga." 

 

Abdurrahman bin Ziyad menceritakan, ketika Nabi Musa sedang duduk di majelisnya, tiba-tiba muncul iblis sambil mengenakan mahkota yang dicat warna-warni. Ketika iblis sudah dekat dengan Nabi Musa, iblis melepas mahkotanya dan meletakkannya. 

Iblis mendekat ke arah Nabi Musa dan berkata, ''Assalamualaika wahai Musa.” Nabi Musa bertanya, "Siapa engkau ini?” Iblis menjawab, "Aku iblis." 

Nabi Musa berkata, "Kalau begitu Allah tidak mau menerima kedatangan kamu. Apa maksud kedatangan kamu?” Iblis menjawab, "Aku datang untuk menyerah kepada kamu, mengingat kedudukan kamu di sisi Allah dan kehormatan kamu di mata-Nya.” 

Baca juga: Putuskan Bersyahadat, Mualaf JJC Skillz Artis Inggris: Islam Memberi Saya Kedamaian

Nabi Musa bertanya, "Apa yang kamu lihat pada dirimu?” Iblis menjawab, “Aku akan menyambar hati anak keturunan Adam." Nabi Musa bertanya lagi, “Apa yang dilakukan manusia ketika kamu mengalahkannya?” 

Iblis menjawab pertanyaan Nabi Musa, saat manusia merasa takjub terhadap dirinya sendiri, menganggap amalnya banyak dan lupa dosa-dosanya. Aku peringatkan kepada kamu tentang tiga perkara. 

Pertama, janganlah sekali-kali kamu berkhalwat dengan wanita yang tidak halal bagi kamu, karena selagi seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita yang tidak halal baginya, maka aku menjadi rekannya satu-satunya, hingga aku membujuknya untuk berhubungan dengan wanita itu. 

Kedua, janganlah kamu berjanji kepada Allah melainkan kamu harus memenuhi janji itu. Sebab setiap kali seseorang berjanji kepada Allah, maka aku menjadi rekannya satu-satunya, hingga aku menjadi penghalang antara dirinya dan janjinya. 

Ketiga, jangan berniat mengeluarkan sedekah melainkan kamu harus langsung mengeluarkannya. Sebab setiap kali seseorang berniat mengeluarkan sedekah dan dia tidak segera mengeluarkannya, maka aku menjadi rekannya satu-satunya, hingga aku menjadi penghalang antara dirinya dan kehendak untuk bersedekah.” 

Setelah itu iblis berbalik sambil berkata tiga kali, "Benar-benar celaka.” Karena dengan begitu Nabi Musa dan anak keturunan Adam tahu apa yang harus diwaspadai. Kisah ini dikutip dari buku Talbis Iblis yang ditulis Ibnul Jauzi atau Abu al-Faraj ibn al-Jauzi, diterbitkan Maktabah Al-Madani Kairo 1983, dan diterjemahkan serta diterbitkan ulang oleh Pustaka Al-Kautsar 2010.     

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement