Senin 16 Jan 2023 08:29 WIB

Tanda Kiamat Besar dari Matahari Terbit di Ufuk Barat hingga Api Aden, Mana Lebih Dahulu?

Terdapat sejumlah tanda-tanda yang menunjukkan akan munculnya kiamat besar

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Hari Kiamat (Ilustrasi). Terdapat sejumlah tanda-tanda yang menunjukkan akan munculnya kiamat besar
Hari Kiamat (Ilustrasi). Terdapat sejumlah tanda-tanda yang menunjukkan akan munculnya kiamat besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Fenomena hijaunya tanah Arab Saudi menjadi perhatian setiap orang di berbagai belahan dunia. Terutama umat Muslim seolah diingatkan kembali akan sabda Rasulullah SAW tentang salah satu tanda akhir zaman.

 

Baca Juga

 لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

 

Artinya: "Hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai." (HR Muslim)

 

Dalam ajaran Islam, setiap Muslim wajib hikumnya mengimani adanya hari kiamat. Meski demikian, hanya Allah SWT yang mengetahui kapan waktunya terjadi kiamat. 

 

Namun, Rasulullah SAW telah mengabarkan tanda-tandanya. Selain tentang subur makmurnya tanah Arab seperti dalam hadits di atas, ada tanda-tanda lainnya:

 

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّاالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِننْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ  وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ  

“Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Dia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’

Dia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dabbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Yajuj dan Majuj, tiga gerhana, gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka.” 

 

Dari hadits tersebut dapat dirangkum bahwa tanda kiamat di antaranya adalah pertama, muncul kabut. Kedua, muncul Dajjal. Ketiga, muncul Dabbah. 

 

Keempat, terbit matahari dari barat. Kelima, Munculnya Nabi Isa bin Maryam. Keenam, keluarnya Ya'jiz dan Ma'juj. 

 

Ketujuh, ada tiga gerhana, yaitu gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab. Dan kedelapan Muncul Api dari Yaman.

 

Meski begitu para ulama berbeda pendapat tentang mana dulu yang terjadi pada saat kiamat. 

Baca juga: Kisah Pembantaian Brutal 20 Ribu Muslim Era Ottoman Oleh Pemberontak Yunani  

 

Ada ulama yang berpendapat bahwa yang pertama kali terjadi adalah terbitnya matahari dari Barat. Argumentasi ini berlandaskan pada sebuah hadits riwayat Imam Muslim. 

 

عن عبد الله بن عمرو قال حفظت من رسول الله يقول أول الآيات خروجا طلوع الشمس من مغربها

 

Dari Abdullah bin Amr, “Saya hafal dari Rasulullah SAW yang bersabda bahwa tanda kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat.”  

 

Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa yang pertama terjadi adalah munculnya api yang akan menggiring manusia. Mereka berlandaskan pada sebuah hadits yang terdapat dalam Sahih Bukhari sebagai berikut: 

 

   وَقَالَ أَنَسٌ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ نَاررٌ تَحْشُرُ النَّاسَ مِنْ الْمَشْرِقِ إِلَى الْمَغْرِبِ   

 

Anas RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tanda kiamat yang pertama (muncul) adalah api yang menggiring manusia dari timur menuju barat.”     

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement